11:51 am - Sunday June 16, 2019

PH EDUARD : DI DUGA KUAT, POLDA KEPRI LAKUKAN TINDAK PIDANA PENGROYOKAN ” SUNGGUH KEJAM DAN SADIS “

BATAMKEPRI. Sungguh kejam. Di duga kuat, oknum Polda Kepulauan Riau atau Kepri, telah melakukan tindak pidana pengroyokan dengan begitu sadisnya, hingga membuat korban babak belur tidak karuan. Dari tindakan oknum Polda Kepri yang notabene tanpa manusiawi itu, korban tidak hanya mengalami kerugian material saja, namun korban juga mengalami kerugian spiritual dan  sebagainya.

Betapa sadis.

Tindak pengroyokan yang di duga kuat di lakukan oleh oknum Polda Kepri, berinisial ER, dan kawan – kawannya itu, bukan hanya telah merugikan korban, namun juga telah merugikan para pihak lainnya, seperti keluarga terdekat korban. Karena mereka harus membuang tenaga, pikiran dan waktu, serta uang untuk mengurusi korban. Betapa nangis batinnya mereka semua.

Sungguh ngeri.

Perlu di ketahui juga, bahwa , ternyata tindak pidana pengeroyokan yang dilakukan oleh oknum ER, dan kawan – kawannya itu, bukan hanya memakan satu orang korban saja, seperti yang di alami oleh Kamarudin. Namun semua itu juga memakan dua orang korban lainnya, yakni : Iqbal dan Goplas. Dimana, karena tindak pengroyokan yang dialaminya itu, mereka menjadi tidak bisa bekerja hingga kini.

Sungguh tindakan semena – mena dan tindakan sewenang-wenang yang di lakukan oleh aparat Polda Kepri yang seharusnya bersifat dan bertindak sebagai pengayom masyarakat itu, sungguh tindakan yang sangat lah tidak pantas di pandang oleh masyarakat luas. Kini, bisa saja, bukannya masyarakat menjadi hormat, tapi justru menjadi takut dan juga benci.

Mengapa masyarakat menjadi takut dan benci. Takut menjadi sasaran kekejaman dan kesadisan mereka, dan benci karena aparat yang seharusnya bertindak mengayomi tadi, justru bertindak seperti layaknya preman – preman jalanan tanpa hati. Dimana perbuatan preman itu adalah perbuatan yang tidak di benarkan oleh Kapolri, Jendral Tito Karnavian.

Buktinya, dengan jelas dan gamblang, tepatnya, satu tahunan lalu,  menjelang Tahun baru 2018, bertempat di Istana Negara, Sang Jendral Tito Karnavian, menyatakan dengan tegas bahwa, tahun 2018 akan di warnai dengan pemberantasan Preman – Preman. Bahkan tidak hanya itu saja, bila pejabat polisi setempat tidak mampu memberantas preman,  “AKAN DI COPOT “.

Nah sekarang, bagaimana kalau justru yang bertindak seperti Preman itu, adalah anggota dari Sang Jendral Tito Karnavian sendiri.

Tanpa banyak bicara, Penasehat Hukum ( PH ) dari Kamarudin Teibang, yakni Eduard Kamaleng SH, mengatakan dengan tegas, bahwasanya, pihaknya berharap Polda Kepri, segera tangkap Oknum ER dan kawan – kawannya, agar tidak meresahkan masyarakat Batam pada umumnya, dan juga masyarakat Batam selaku korban daripada tindak pengroyokan, yang di duga kuat di lakukan oleh ER dan kawan – kawannya itu.

” Saya berharap sangat, Polda Kepri segera menangkap pelaku Pengeroyokan terhadap klien saya. Klien saya itu orang tidak mampu lho. Tindakan pengroyokan itu sudah merugikan mereka. Bukan cuma satu korbannya, tapi tiga orang mbak. Coba bayangkan. Betapa kejam, sadis dan mengerikan serta tidak berperikemanusiaan. ” Tegas Eduard.

” Dan dalam waktu dekat, andai saja, hal ini tidak di indahkan oleh Polda Kepri, maka saya bersama Keluarga korban dan juga dengan salah satu Ketua Forum Perempuan di Kepri, yang juga terkenal sebagai Pembela Masyarakat tidak mampu, akan berangkat ke Jakarta demi mencari keadilan. Beliau bersedia dan saya juga sudah menghubungi nya lewat telepon. Ok ya, begitu saja konfirmasi dari saya selaku PH dari korban. Terima kasih banyak ya. ” Kata Eduard kepada Ketua Tim Investigasi RADARPKRI melalui Telepon selulernya. ( Ndoro & Crew ).

Filed in: Uncategorized

Comments are closed.