3:06 pm - Tuesday September 26, 5843

Pihak Perusahaan Minta Polisi Hadang Warga Minta Ganti Rugi Lahannya

RADAR PKRI KALTIM, KUKAR – Sanga Sanga. Puluhan warga menyampaikan aspirasi dan tuntutan di kawasan PT Adimitra Baramata Nusantara, Jumat (26/5/2017) sekitar 11.10 Wita.

Warga menuntut pembebasan lahan kepada pihak perusahaan yang diklaim melakukan kegiatan operasional di atas lahan seluas 1,3 hektare milik mereka sejak 2008 silam.

Warga tersebut datang ke lokasi tanah milik mereka membawa spanduk yang bertuliskan ‘Bebaskan Lahan Kami’. Mereka berencana menyampaikan aspirasi di atas lahan milik mereka yang berada di bawah conveyor batu bara perusahaan.

Wajar, Warga Tuntut Hak dan Kewajiban Atas Tanahnya. Minta Bu Rita Widyasari Saukaning – Pro Masyarakat.

Namun dari pantauan media ini, puluhan warga tersebut ditahan aparat keamanan setempat. Masyarakat tersebut tidak diizinkan melewati areal perusahaan yang menjadi akses masuk tanah milik mereka.

Sempat terjadi ketegangan di lokasi antara massa dan jajaran TNI-Polri. Namun akhirnya masyarakat beserta aparat keamanan sepakat untuk melakukan mediasi di Mapolsek Sanga-Sanga, dengan mendatangkan pihak perusahaan dan pihak yang bersangkutan dengan permasalahan tersebut.

“Dikuasai perusahaan sejak 2008 lalu, 9 tahun dieksplorasi diambil hasilnya. Tanpa melakukan pembebasan atas lahan kami,” ujar Muhammad Jabir (50), juru bicara pemilik kuasa tanah kepada Tribun.

Lanjut Jabir, pihak mereka menyesalkan sikap aparat yang tak memperbolehkan mereka masuk. Selain itu pihak perusahaan yang terkesan menutup diri, seakan tak mau menemui dan mendengarkan aspirasi mereka.

Dalam tuntutannya, pihaknya meminta agar perusahaan mengganti rugi atas pemakaian kegiatan operasional perusahaan di atas lahan yang diklaim sah milik mereka.

“Ganti rugi sesuai dengan harga maksimal tanah yang ditetapkan pemerintah setempat. Perusahaan menganggap tanah itu bukan milik kami. Padahal surat legalitasnya ada kami,” bebernya.

Sementara Kepala Teknik Tambang, Hasyim Mustofa kepada Tribunkaltim.co mengaku pihaknya telah membebaskan tanah yang dimaksud pada tahun 2008.CC-Red.Bunda.

Dok-tribunkaltim

Filed in: Hukum Kriminal

Comments are closed.