3:52 am - Thursday October 24, 2019

Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng). Bersama kepolisian Bartim terus upayakan menangani dampak kabut asap dari Karhutla.

PKRI CYBER KALTENG. Tamiang Layang – Tanggapi Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Barito Timur (Bartim), Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng). Bersama kepolisian Bartim terus upayakan menangani dampak kabut asap dari Karhutla.

Hal tersebut disampaikan Bupati Bartim, Ampera A Y Mebas, SE.,MM. kepada awak media saat mengikuti kegiatan di Dinas Pertanian Rabu (18/09/2019).

Orang nomor 1 tersebut mengatakan bahwa dampak dari Karhutla sangat serius dan perlu adanya penanganan, sebab menurutnya hal tersebut banyak merugikan, baik dari kesehatan maupun usaha keseluruhan, mengganggu aktifitas sehari-hari masyarakat luas.

“Pada musim kemarau yang panjang, sangat berbahaya, dapat menimbulkan kebakaran secara meluas. Maka seharusnya dengan adanya aturan tidak boleh melakukan pembakaran lahan. Aparat kepolisian akan menindak tegas, sehingga mereka yang dengan sengaja melakukan pembakaran lahan ini di proses sesuai hikum”, ucap Ampera.

Menurut Ampera, dampak dari Karhutla sangat merugikan. Dikatakanya bahwa kabut asap menghambat aktifitas, anak sekolah tidak bisa melakukan proses belajar, begitu juga dengan para pegawai serta para petani pun mengeluhkan dengan adanya karhutla tersebut.

“Menanggapi hal ini, kita sudah intruksikan kepada Dinas Kesehatan ataupun Rumah Sakit dan Puskesmas, dengan memfasilitasi ruang oksigen di setiap Kecamatan, untuk membantu masyarakat yang terdampak akibat kabut asap tersebut”, jelas Ampera.

Lanjut orang nomo1 di Bartim tersebut, “Kita persiapkan untuk masyarakat secara gratis ruang oksigen untuk masyarakat yang membutuhkan, kita juga memfasilitasi pos penanganan karhutla. Di Bartim sendiri untuk lahan gambut tidak begitu banyak, dan dampak dari pada Karhutla menyerang lahan gambut sulit untuk ditangani. Namun kita bersama aparat kepolisian dan TNI tetap sigap dalam penanganan karhutla”, paparnya.
Selaku Bupati pimpinan pemerintah kabupaten Barito Timur, menghimbau kepada masyarakat, pada saat kemarau panjang ini agar bersama-sama mengantisipasi, tidak melakukan pembakaran lahan, dan bila pun ada sebaiknya masyarakat bisa menegur kepada pelaku, karena dari pembakaran tersebut sangat berdampak dampak buruk, sehingga menimbulkan kabut asap yang sangat merugikan masyarakat banyak, tidak bisa melakukan aktivitas dan banyak sangat dirugikan baik dari kesehatan dan lain-lain secara meluas, tutup Ampera.

Di sisi lain, Kapolres Bartim, AKBP Zulham Effendy, SIK.,MH. Beberapa waktu lalu mengingatkan kepada pelaku Karhutla untuk tidak melakukan hal yang menyebabkan kerugian terhadap masyarakat luas khususnya Bartim.

“Kita ketahui, bahwa dampak dari Karhutla yang menimbulkan kabut asap sangat serius, aktifitas lalulintas terganggu akibat jarak pandang yang pekat karna asap, begitu juga dengan kesehatan tubuh, bisa mengganggu pernafasan paru-paru dan tenggorokan bisa terkena radang atau sakit bahkan bisa menyebabkan kematian apabila asap ini berkepanjangan”, jelas Zulham.

Zulham menegaskan, akan menindak pelaku Karhutla sesuai proses hukum. Menurutnya pelaku pembakaran yang dengan sengaja di kenakan hukum sesuai undang-undang yang berlaku, Ia juga mengatakan bahwa dampak dari Karhutla sangat mengganggu.

“Pelaku karhutla yang dengan sengaja akan kita tindak sesuai hukum, dan pada saat ini kita sudah mengantongi nama-nama pelaku Karhutla. Kita dalami dan tindaklanjuti apabila terbukti melakukan pelanggaran melawan hukum”, ucap pria yang menyandang pangkat dua melati tersebut.

Pria termuda di Kalteng yang menjabat sebagai Kapolres tersebut, mengajak masyarakat maupun pihak perusahaan untuk menjaga Hutan dan lahan agar tetap lestari. Tidak melakukan pembakaran pada saat kemarau, dan ikuti peraturan sesuai hukum. (Yc/el.Red)

Filed in: Hukum Kriminal

Comments are closed.