6:58 pm - Sunday September 24, 2017

Puluhan Ribu Masyarakat Meramaikan Festival Maawuo Danau Bokuok

Dari pantauan di lokasi, masyarakat membludak sejak pagi. Meski jalan masuk dan keluar telah diberlakukan satu arah namun tetap saja kemacetan terjadi sepanjang jalan menuju lokasi.

Ribuan masyarakat juga terlihat sejak pagi di sampan masing-masing sambil menunggu momen pertama “mancampakkan jalo” atau melepaskan jala ke dalam danau. Masyarakat banyak tak sabar menunggu momen yang dilepas oleh Gubernur Riau itu. Masyarakat beberapa kali berteriak agar mancampakkan jalo pertama ini segera dimulai.da2

Tepat pukul 10.30 WIB Gubri baru tiba di lokasi. Prosesi acara Festival Maawuo Danau Bokuok dimulai dengan pembacaa do’a oleh Abu Hasan Datuk Mangkuto Malin. Kemudian laporan dari Ketua Panitia Pelaksana Nazaruddin Chaniago dan pengarahan sekaligus pembukaan festival oleh Gubernur Riau Andi Rahman.

Pembukaan Festival Maawuo ini ditandai dengan mencampakan jalo pertamo oleh Gubri yang didahului pembacaan shalawat nabi. Ratusan jalo (jala) tampak serentak di lemparkan ke dalam sungai begitu bacaan shalawat berakhir. Pekikan dari pengunjungpun menggema di area Danau Bokuok.

Masyarakat juga tampak berdesak-desakan di sepanjang bibir danau. Banyak warga mendirikan tenda tempat berteduh. Momen ini juga kesempatan bagi masyarakat untuk berjualan makanan, minuman, mainan anak-anak dan lainnya.15094396_1317240514982572_769356936532761982_n

Selain dihadiri Gubernur Riau H Arsyadjuliandi Rahman juga tampak Ketua DPRD Kampar Ahmad Fikri, anggota DPRD Riau H Masnur, pucuk adat dan ninik mamak se-Kenegerian Terantang Tambang. Kepala Dinas dan Badan Provinsi Riau dan Kabupaten Kampar, alim ulama, cerdik pandai dan tokoh masyarakat.

Ketua Panitia Pelaksana Nazaruddin Chaniago dalam sambutannya menyampaikan, festival ini adalah berkat bantuan uluran tangan Pemprov Riau melalui SKPD Pariwisata. Masyarakat sangat berharap acara ini dilaksanakan secara berkelanjutan dan mendapat bantuan pemerintah daerah.

Dikatakan, Pemprov Riau juga telah membantu pembangunan balai adat dan rumah adat, calempong dan gong calempong juga bantuan dari Pemprov Riau. “Alhamdulillah untuk acara ini kita mendapatkan dana Rp 1 miliar dari Pemprov Riau,” beber Nazaruddin.

Ia menjelaskan, festival Maawuo Danau Bokuok diramaikan dengan berbagai kegiatan. Kegiatan ini dilaksanakan sejak tanggal 6 sampai dengan 19 November 2016. Pada tanggal 6-10 November 2016 digelar Festival Kesenian Daerah antar kecamatan se-Kabupaten Kampar dan pertandingan bola voli antar klub se-Kabupaten Kampar dan Kota Pekanbaru dan tanggal 11-16 November 2016 dilaksanakan Pacu Dayung Sampan antar kecamatan se-Kabupaten Kampar.(Unan )

Red:Unandra

 

 

 

D

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

ari pantauan di lokasi, masyarakat membludak sejak pagi. Meski jalan masuk dan keluar telah diberlakukan satu arah namun tetap saja kemacetan terjadi sepanjang jalan menuju lokasi.

Ribuan masyarakat juga terlihat sejak pagi di sampan masing-masing sambil menunggu momen pertama “mancampakkan jalo” atau melepaskan jala ke dalam danau. Masyarakat banyak tak sabar menunggu momen yang dilepas oleh Gubernur Riau itu. Masyarakat beberapa kali berteriak agar mancampakkan jalo pertama ini segera dimulai.

Tepat pukul 10.30 WIB Gubri baru tiba di lokasi. Prosesi acara Festival Maawuo Danau Bokuok dimulai dengan pembacaa do’a oleh Abu Hasan Datuk Mangkuto Malin. Kemudian laporan dari Ketua Panitia Pelaksana Nazaruddin Chaniago dan pengarahan sekaligus pembukaan festival oleh Gubernur Riau Andi Rahman.

Pembukaan Festival Maawuo ini ditandai dengan mencampakan jalo pertamo oleh Gubri yang didahului pembacaan shalawat nabi. Ratusan jalo (jala) tampak serentak di lemparkan ke dalam sungai begitu bacaan shalawat berakhir. Pekikan dari pengunjungpun menggema di area Danau Bokuok.

Masyarakat juga tampak berdesak-desakan di sepanjang bibir danau. Banyak warga mendirikan tenda tempat berteduh. Momen ini juga kesempatan bagi masyarakat untuk berjualan makanan, minuman, mainan anak-anak dan lainnya.

Selain dihadiri Gubernur Riau H Arsyadjuliandi Rahman juga tampak Ketua DPRD Kampar Ahmad Fikri, anggota DPRD Riau H Masnur, pucuk adat dan ninik mamak se-Kenegerian Terantang Tambang. Kepala Dinas dan Badan Provinsi Riau dan Kabupaten Kampar, alim ulama, cerdik pandai dan tokoh masyarakat.

Ketua Panitia Pelaksana Nazaruddin Chaniago dalam sambutannya menyampaikan, festival ini adalah berkat bantuan uluran tangan Pemprov Riau melalui SKPD Pariwisata. Masyarakat sangat berharap acara ini dilaksanakan secara berkelanjutan dan mendapat bantuan pemerintah daerah.

Dikatakan, Pemprov Riau juga telah membantu pembangunan balai adat dan rumah adat, calempong dan gong calempong juga bantuan dari Pemprov Riau. “Alhamdulillah untuk acara ini kita mendapatkan dana Rp 1 miliar dari Pemprov Riau,” beber Nazaruddin.

Ia menjelaskan, festival Maawuo Danau Bokuok diramaikan dengan berbagai kegiatan. Kegiatan ini dilaksanakan sejak tanggal 6 sampai dengan 19 November 2016. Pada tanggal 6-10 November 2016 digelar Festival Kesenian Daerah antar kecamatan se-Kabupaten Kampar dan pertandingan bola voli antar klub se-Kabupaten Kampar dan Kota Pekanbaru dan tanggal 11-16 November 2016 dilaksanakan Pacu Dayung Sampan antar kecamatan se-Kabupaten Kampar.(Unan )

Red:Unandra

Berita Terkait
Filed in: Kultur Budaya

Comments are closed.