4:45 am - Wednesday August 22, 2018

Seni dan Budaya

*Filosofi Petani dan Sadaqah

“Sadaqoh” konotasinya adalah suatu pemberian yang mengutamakan keikhlasan dalam “Niat” suatu pemberian dan jauh dari perasaan pamrih

tentu saja……….

 

Tersebutlah seseorang “petani”

yang kaya raya dinegeri antah berantah…

Kesombongan, keangkuhan serta ketidak pedulian pada sesama, telah mengaliri segenab darah yang mengalir di urat urat nadinya….

Pada suatu hari yang telah ditentukanNYA…

sang “petani” jatuh miskin.

Bermacam macam cara Tuhan mengambil kembali duniawi yang dititipkanNYA pada “petani”

itu…..

Dan, “petani” sekarang bukan siapa siapa lagi, untuk makan sehari hari saja sudah sangat tergantung pada tetangganya.

Sampai pada suatu hari ada seseorang bekas pegawainya dan pernah dizaliminya datang padanya memberikan satu liter beras…ya cuma satu liter beras yang itupun setelah dibagi dua dari persediaan berasnya sendiri.

Disaat petani yang jatuh miskin menerima pemberian seseorang itu,berurailah air matanya karena lamat lamat pula mendengar do’a do’a baginya yang diucapkan perlahan, khusuk dan penuh keikhlasan oleh seseorang tadi. Ia pun bersujud syukur…

Ternyata sejak malam tadi Ia dan istrinya belumlah makan sama sekali….

Andai pemberian diberikan pada saat dulu Ia sedang kaya raya, jangankan sepuluh liter, satu kwintal pun tak akan bernilai apa apa….baginya.

Maka sejenak saja renungi…

Suatu pemberian yang diterima oleh siapapun itu bila tepat pada saat sangat sangat dibutuhkan

bisa mungkin membuat hati beku, congkak dan angkuh berurai air mata teringat lagi pada Sang Khalik yang Maha memiliki dan Maha menghendaki.

 

Akhir Mei 2018.

Filed in: Kultur Budaya, Pendidikan

Comments are closed.