3:04 am - Thursday December 13, 2018

Seni dan Budaya

“Antara pagi dan malam hari”

* oleh , i.adhitya.

Dengarkanlah hatiku dan dengarkan pula ucapku….. Semalam jiwaku adalah sebatang pohon tua yang kokoh dan tua menghunjam akar akarnya kedalam perut bumi dan cabang cabangnya mencengkeram arah tak terhingga…….

Jiwaku adalah berbunga dimusim gugur

Pada musim gugur kukumpulkan buahnya di mangkuk perak dan kuletakkan ditengah jalan kemudian orang orang yang berlalu lalang mengambil dan memakannya serta kemudian meneruskan perjalanannya

Aku menjerit… orang orang tak menginginkan rahmat pada mulutnya atas kebenaran dalam usus usus mereka karena rahmat adalah putri air mata dan kebenaran putra darah

Lalu aku berbalik dan duduk  dibawah bayang bayang pohon sunyi

Jiwaku disebuah padang ditempat jauh dari jalan waktu

Lihatlah kawanan merpati dan burung burung murai melayang sesuka hatinya dibawah lembah Akankah kengerian malam menghalangi engkau untuk menduduki sayap bersama mereka ? Kenapa engkau tak beranjak berjalan bersama mereka ?

Bangkitlah hatiku ! Bangkit dan berjalan bersama sang fajar karena malam segera berlalu ¬†ketakutan malam kan lenyap bersama mimpi gelapnya Bangkitlah hatiku ! Lantangkan suaramu dalam nyanyian karena anak anak kegelapan telah gagal menyatu kedalam nyanyi sunyi sang fajar…… ..

* disunting dari kumpulan puisi Kahlil Gibran – akhir Mei 2018. (i.adhitya , nama pena dari imam soetjipto – seniman dan penulis)

Filed in: Kultur Budaya, Pendidikan

Comments are closed.