3:37 pm - Friday September 20, 9709

Seni dan Budaya

* Cerita perang
: i.adhitya

Sumber fhoto : google

Bayang bayang hitam merangkak diam diam dari celah celah bukit angin angin dingin khabari mereka semuanya yang berperang tentang kematian
dan liar berkeliaran butir butiran timah tembaga kecil  tak kenal waktu  dekat antara kepala dan dada, hidup pula kehidupan hampir hampir tidak punya arti sama sekali
Lantas taukah kenapa ia disana ?  itu ia tau , ia prajurit…. !  ia tentara… ! Lantas taukah ia apa sebabnya ia disana ? itu yang ia tak tau, ia cuma prajurit… ! ia cuma tentara….!
Sepasang malaikat turun dari langit…. tersenyum kemudian menyapanya…………. sang prajurit balas tersenyum balas berucap salam….. karena juga ia tau ! Mati atawa gugur apapun itu sebutannya hanya dibedakan oleh waktu…. hari ini kemaren besok atau kapan saja adalah sama….
Sang Prajurit berbisik lirih pada bundanya….  wahai Bunda Pertiwi
Jangan biarkan orang orang menanam jazadku ditempat itu… aku bukan pahlawan… jangan iringi kepergianku dengan tembakan salvo… jangan nyanyikan lagu Andhika Bhayangkari ketika daku melangkah keharibaanmu…. jangan pula temani tidurku dengan pohon pohon kamboja…
Tetapi biarkan saja….! kalau ada orang yang meletakan topi bajaku yang berbendera Merah Putih mungil diatas pusaraku……
Dan aku pun akan biarkan…. orang orang yang menuliskan sesuatu disana…
“ia bukan siapa siapa dan belum ada apa apanya”

: mengenang putra putra NUSANTARA DIHARIBAAN BUNDA PERTIWI menjelang PERHELATAN AKBAR 2019.

Filed in: Kultur Budaya, Pendidikan

Comments are closed.