7:27 pm - Sunday December 16, 2018

Seni dan Budaya

Introspeksi dari sebuah

PENGAMATAN

APA YANG HARUS DAN DAPAT SAYA PERBUAT……

BERMULA dari pengandaian (hanya andai saja), Saya adalah MANTAN apalah namanya itu tetapi yang pernah menjabat berpriode priode. Dalam hal ikhwal ini tentu saja tidak mungkin saya beritahu apa dan bagaimana tekhnisnya, sehingga bisa begitu. Yang penting warna kehidupan saya sudah berubah cemerlang dan karenanya tergolonglah saya dalam komunitas orang orang berada,rumah bagus ada lima, harta bergerak berupa kendaraan besar/kecil tidak terhitung jumlahnya belum lagi harta tidak bergerak berupa lahan serta beberapa bisnis sumber keuangan lainnya yang deras mengalir kepundi pundi saya. (Selanjutnya juga andai) :

Selain daripada itu sayapun punya beberapa orang istri selain “ia”, ibu dari dua orang anak saya, yang sudah selesai study di luar negeri dan sekarang sudah jarang pulang karena pekerjaannya pun diluar negeri berkedudukan dan berpenghasilan bagus lagipula ia (salah satu anak saya tsb) bersuamikan orang sana.

Suatu ketika, saya sudah tidak tertarik lagi menjadi sesuatu itu, itupun berkemungkinan karena penyakit “power syndrom” tidak menghampiri saya, dan saya hanya ingin menikmati hari uzur merenungi sisa sisa hidup saya (inipun cuma andai).

Ternyata Tuhan berkehendak lain diluar pemikiran dan kehendak saya, seiring dengan kerahasiaanNYA sebagai Pemilik SegalaNYA.

“Ia”, ibu dari dua orang anak saya lebih dulu hijrah ke alam lain dan salah satunya lagi hijrah kepelukan sopir saya berikut harta kepemilikannya dan satu yang lainnya lagi sudah pisah tempat tidur, proses gugat cerai sedang dalam finishing. Hampir lengkap cerita perjalanan hidup saya (lagi lagi ini hanyalah andai).

Takdir ? Nasib ? atau kemalangan hidup atau azab atau peringatanNYA atas semua perbuatan rahasia saya selama ini, yang pasti di kerentaan uzur ….sepi yang teramat sangat, sunyi yang menyelimuti jiwa telah perlahan menggerogoti ┬áharapan ketenangan dalam menyongsong keabadian (nah ini hanyalah andai juga).

 

Ayam jantan yg bertengger dicabang pohon jambu air samping rumah mulai berkokok menandai fajar segera tiba Sujud pun berurai air mata pertanda syukur dihadapanNya,tiada sedikit jua sesal walau perjalanan hidup sesungguhnyapun apa adanya, seadanya.

Ya apa adanya seperti sesungguhnya saat ini….

 

*** i.adhitya.c

( Sept 2018)

Filed in: Uncategorized

Comments are closed.