8:05 am - Thursday November 14, 2019

SMPN 05 Kerinci Kanan Terkesan Menutupi Rapat Dugaan Pungli.

PKRI Investigasi Liputan RIAU – Kabupaten Siak. Pihak SMP Negeri 05 Kerinci Kanan, Kabupaten Siak, Propinsi Riau, terkesan berusaha menutupi rapat dugaan Pungli (pungutan liar). Uang bangku dipungut Rp 425 ribu dan Rp 924 ribu uang pembelian satu pasang baju olahraga dengan bakal kain empat pasang seragam lainnya.

Sejumlah orang tua siswa yang berhasil diwawancarai media ini mengeluhkan besarnya uang yang dipungut oleh SMP Negeri 05 bagi siswa yang masuk Juli 2019 ini. Untuk empat pasang bakal kain seragam dan sepasang baju olahraga, kepada siswa diminta Rp 924 ribu selain upah jahit. Sedangkan upah jahit minimal satu pasang Rp 150 ribu dikalikan empat pasang yaitu berjumlah Rp 600 ribu, beber salah satu orang tua siswa inisial M kepada media ini di Desa Simpang Perak Jaya Selasa (20/8/19).

Setahu kami sekolah negeri sekarang tidak dibenarkan memungut uang bangku kepada siswa. SMP Negeri 05 Kerinci Kanan, memungut uang bangku bagi siswa baru sebesar Rp 425 ribu persiswa. Sehingga orang tua siswa yang baru masuk di SMP Negeri 05 tersebut harus meronggoh kocek hingga senilai Rp 1,9 juta lebih untuk seorang siswa, jelas M.

Pihak sekolah yang kembali didatangi media ini Selasa  (20/8/19), tampak berusaha menutupi. Ketua panitia penyelenggaran penerimaan peserta didik baru (PPDB) SMP Negeri 05 Kerinci Kanan Ermawati mengaku bahwa pemungutan uang bangku itu dilakukan atas permintaan para orang tua siswa saat musyawarah dengan komite.

Begitu juga masalah uang pakaian siswa dipungut sesuai dengan harga bakal kain dari tokonya. Sayangnya Ermawati tidak mau menyebutkan nama toko tempat bakal kain itu dimana dibeli. Dengan wajah pucat mengatakan bahwa bakal kain itu dipesan secara online dari Jakarta, ucapnya terkesan berusaha menutupi.

Ermawati yang kelihatan panik menjawab awak media, langsung menghubungi kepala sekolahnya Samaun. Melalui sambungan telefon Ermawati kepada media ini  Samaun membantah melakukan pemungutan uang bangku kepada siswa. Itu sumbangan sukarela para orang tua siswa sendiri, berdasarkan hasil musyawarah seluruh orang tua siswa dengan komite sekolah, ujarnya membela diri.

Masalah pemungutan uang bakal baju seragam yang empat pasang, dan satu pasang baju olahraga, mencapai harga Rp 924 ribu, itu sesuai dengan kualitas pakaiannya. Kalau orang tua siswa tidak bayar uang bangku dan uang pakaian anaknya, tidak usah sekolah di SMP Negeri 05 Kerinci Kanan, cari sekolah yang gratis ucap Samaun lagi dengan lantang.

Dengan alasan bahwa uang bangku dan uang baju seragam itu dipungut atas hasil musyawarah dengan komite sekolah, Samaun meminta media ini menunggu komite sekolah saat itu juga. Namun setelah beberapa saat kemudian, yang datang bukan komite sekolah melainkan Bhabinkamtibmas Aiptu Hendri dan Ahmad selaku oknum LSM. Sehimgga Ermawati meminta awak media menunggu koordinasi dengan kepala sekolahnya yang akan difasilitasi oleh Ahmad.

Anehnya kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Siak Lukman M.Pd yang dicoba dikonfirmasikan kembali melalui telefon menjawab, “WA kan saja, saya lagi ada acara di kantor Bupati,” jawabnya. Namun setelah dikonfirmasi melalui pesan WA, sampai berita ini dikirim ke redaksi juga tidak kunjung dibalasnya. (Sona)

Filed in: Investigasi PKRI

Comments are closed.