4:16 am - Wednesday July 18, 2018

Masyarakat adalah Sumber Pendapatan Disetiap Daerah Se Indonesia.

PERS PKRI SUMBAR – Limapuluh Kota. Pengerjaan beberapa proyek infrastruktur yang membingungkan masyarakat terdapat pada di beberapa titik di Kabupaten Limapuluh Kota Pekerjaan Prouek Ini dikatakan membeingungkan dikarenakan terkesan asal jadi dan tidak sesuai dengan kerataan jalan.

Hal ini semakin jelas terlihat di ruas Mungka Rambek Jembatan Sinamar, pembangunan saluran air di sebut juga tali bandar, sejatinya untuk melindungi badan jalan sehingga di kala musim hujan maka air akan tergenang di permukaan jalan, sehingg disaat tinggi intensitas curah hujan maka akan mengakibatkan air tergenang (seperti kolam atau kubangan) dan dapat menganggu arus lalu lintas.

Dalam pelaksanaan proyek ini, semakin terlihat keganjilan dalam pelaksanaan nya, seperti tidak terpasang nya plang proyek, apakah masyarakat tidak boleh tahu berapa anggaran, siapa kontraktor nya, siapa pengawasnya dan sumber biaya nya dari mana ?. Selain itu pemasangan batu pun terlihat lucu, entah pesuruh siapa, saluran air/ tali bandar ini tinggi dari jalan, ini kan lucu. Ketika Tim Investigasi MB-PERS PKRI CADSENA mendatangi lokasi proyek Kamis (5/7) salah seorang pekerja menjawab, bahwa kami tidak dapat menggali tanah, karena permukaan tali bandar ini sangat keras, jadi kami di suruh memasang batu seperti ini.

Di tempat terpisah, Wakil Bupati Limapuluh Kota Ferizal Ridwan. SOs, menjawab Tim Investigasi, menyatakan saya sudah buatkan surat tertulis ke Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kab. Limapuluh Kota perihal keganjilan pelaksanaan proyek infrastruktur yang tersebar di Kabupaten ini. Siapa saja yang melanggar aturan, tentu harus bisa mempertanggungjawabkan, apapun kegiatan kita harus benar-benar diperhatikan kepada rakyat, imbuhnya.

Red-Tim Investigasi Nusatara.

Filed in: Investigasi PKRI

Comments are closed.