3:37 pm - Sunday September 21, 1732

Ngabang KALBAR Berduka – Akibat MEDSO dan Kecewaan Hasil PILGUB.

PERS PKRI KALBAR – LANDAK. Suasana Ngabang sempat tegang pada Jumat tanggal 29, Juni 2018. Sore hingga malam. Massa gabungan dari penduduk asli daerah yang juga adalah pendukung Pasangan Calon Gubernur Kalimantan Barat, Karolin Gidot berkumpul di terminal Ngabang.

Mereka melakukan aksi bakar ban di tengah jalan. Tak hanya itu, mereka juga memotong dan memanggang Daging.
Dari informasi yang kami terima dari rekan mereka melakukan aksi ini adalah karena postingan medsos yang dianggap menghina Mantan Gubernur Kalbar Cornelis atas hasil perhitungan cepat atau quick count. sementara QuickCount berdasarkan KPU Pusat masih belum Final.
Selain itu, mereka juga merasa kecewa atas perolehan suara pada TPS di sekitar Terminal DaraItam Ngabang, Dusun Tebing Tinggi, Desa Hilir Kantor, Kecamatan Ngabang. melihat suara mereka yang ada ini, mereka juga beranggapan ada hal lain yang terjadi dalam proses pilkada tahun 2018 ini, apakah adanya politik dagang atau politik kecuranagan, dikonfirmasi mereka mengatakan belum ada bukti jika sudah mendapat bukti maka akan dilaksanakan vote ulang khusus PILGUB KALBAR.!!!
Dalam pemungutan suara, pasangan yang mereka dukung selama ini selalu kalah di TPS tersebut, Aksi mereka ini pun menjadi bentuk ungkapan kekecewaan terhadap kekalahan Paslon, Karolin Gidot.
Menyikapi adanya aksi ini, polisi dan TNI hingga tokoh masyarakat langsung turun ke lapangan untuk meredakan emosi massa.
Kondisi saat ini sudah aman dan terkendali, Semua pejabat publik dan tokoh masyarakat turun langsung untuk meredakan suasana,”
Sekitar Pukul 18:10 WIB massa sempat bergerak ke Lapangan Bardan, di mana di pinggir lapangan tersebut merupakan warung penjual makanan.
Tindakan perusakan ini kemudian berhasil dicegah aparat. Massa pun bergerak kembali ke terminal, Sekitar pukul 18:30 Wib, massa yang ada di terminal di kumpul kan dan diberi pengarahan oleh polisi. Kapolres Landak, AKBP Gede Bowo Imantio, Danyon Armed 16 Komposit Ngabang, Letkol Arm Victor Jacob hingga ketua Dewan Adat Dayak (DAD) Landak, Heri Saman turun langsung ke lapangan untuk meredakan suasana.
Hingga kira-kira pukul 20:30 WIB, massa pun mulai membubarkan diri.
Kapolres Landak, AKBP Gede Bowo Imantio mengimbau semua lapisan masyarakat, untuk dapat menerima hasil pilgub. Pihak yang kalah diminta untuk menerima kekalahannya, dan bagipemenang untuk tak bergembira secara berlebih-lebihan. “Dari awal kita sudah bersama-sama berikrar untuk menerima kekalahan dan kemenangan.
Agar kondisi kamtibmas tetap aman terkendali,”
Inilah atendi dari Ka polres Landak
TEAM PERS PKRI :
Demikian info yg kami dapat dari rekan di lokasi
Filed in: Investigasi PKRI

Comments are closed.