4:17 am - Wednesday July 18, 2018

PEMERINTAH KAWASAN DANAU TOBA TUTUP MATA. Dishub setempat mandul.

PERS PKRI SUMUT – TOBASA. Tobasa.Balige.Hari ini Jumat ,hari pekan di Ibukota Kabupaten Toba Samosir Balige.Seperti biasanya pada setiap pekan kesibukan dipelabuhan Balige berubah 100 % .Pelabuhan dipenuhi kapal -kapal kayu yang membawa penumpang dari berbagai wilayah dari sekitaran kawasan Danau Toba khususnya dari Pulau Samosir.

Kapal Sinar Bangun yang tenggelam dua minggu lalu menyisakan kisah pahit bagi keluarga korban .

Selain Korban meninggal, Kapal Sinar Bangun juga memakan korban lain seperti Nakoda Kapal dan berapa orang petugas pelabuhan dari dinas perhubungan dan juga kepla dinas perhubungan Kabupaten Samosir oleh pihak berwajib ditetapkan sebagai tersangka karena dianggap lalai dalam bertugas sehingga menghilangkan nyawa orang lain.

Tapi meski sudah dijadikan tersangka ,para petugas perhubungan di Kabupaten Samosir nampaknya belum kapok.Terbukti pada Jumat 6 Juli kapal -kapal yang singgah di pelabuhan Balige yang berasal dari Samosir 100 % tidak memenuhi standar pelayaran yang ada.Bahkan bisa ditemukan Kapal membawa seratusan lebih penumpang(Lihat Poto ) namun jaket keselamatan yang ada di kapal tersebut hanya ada 6 buah.

Merasa heran melihat keadaan ini saya coba konfirmasi melalui telpon kepada Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Samosir,Tombor Simbolon .Namun Tombor mengaku Bupati Samosir sudah melakukan pengawasan atas kapal -kapal tersebut.

Lantas apa juga yang telah dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Toba Samosir terkait hal ini ?!

Ternyata setali tiga uang,dari pelabuhan Balige kapal -kapal juga berangkat tanpa ada kawalan yang berarti .Kapal bisa juga berangkat dengan sarat penumpang dan tanpa alat -alat keselamatan.

Beberapa petugas berpakaian dinas perhubungan yang terlihat dipelabuhan itu sepertinya tidak mengerti apa yang harus mereka lakukan ,sebab saat saya tanya mereka malah mengaku bingung dan merasa tidak mampu untuk menegakkan aturan di pelabuhan tersebut.

“Kami hanya honor bang,kalau kami pertanyakan kepada para nakoda ,kami malah diledekin sama mereka”

Saat ditanya apakah mereka belum memberikan surat edaran kepada petugas kapal .Mereka mengaku belum ada perintah dari kepla dinas perhubungan.

Padahal hari Jumat lalu ,Bupati Tobasa,Darwin Siagian saat melakukan pemeriksaan di pelabuhan itu telah memerintahkan kepada kepala dinas Pargaulan Sianipar agar membuat surat edaran yang isinya agar para pemilik kapal melengkapi alat -alat keselamatan dan mewajibkan mengisi laporan data penumpang sebelum berangkat .

#Kalau begini siapa lagi yang harus di salahkan jika sesuatu yang tidak diingankan terjadi lagi..

Filed in: Investigasi PKRI

Comments are closed.