7:01 pm - Friday December 15, 2017

Temuan Investigasi, KOLUSI Aggaran dan Indikasi NEPOTISME

Papan BUMDES Penerima Anggran Bantuan Desa.

RADAR PKRI SUMUT, Asahan. Indikasi penimbunana anggaran yang dapat menjadikan pembohongan publik, KOLUSI anggaran. Pihak team investigasi dibawah komando Alimin Alatas Silian [Purnawirawan POLRI] berdasarkan laporan tugas investigasi team dilapangan kepada danpus MABES PERS PKRI pak Totop yanymelaporkangmelaporkan menerima pelaporkan data temuan yang mengindikasikan mengarah tidak kolusi dan temauan nepotisme yang meminta tolong ditindak lanjutin.

Pada tanggal 8 Mai 2017 Team dari lembaga melakukan klarifikasi/konfirmasi terkait dana BUMDESA yang berasal dari pemerintah nama BUMDESA ALIM JAYA LETAKNYA DI DUSUN 2 DESA SAI ALIM ULU KEC.AIR BATU KAB. ASAHAN, DISINI KAMI DAPATKAN BAHWA bumdesa alim jaya mendapatkan dana bantuan mulai dari tahun 2015 dan 2016 ditahun 2016 BUMDESA alim jaya mendapat bantuan dana dari pemerintah sebesar Rp. 94.646.445 dan dana tersebut bukan masyarakat yang mengelolah tetapi perangkat desa sai alim ulu kec. air batu Asahan. yaitu :

1. M. irvan Lubis mendapatkan sebanyak 15000 ekor x Rp. 350 total Rp. 5.250.000. jenis ikan lele adalah ( anak kepala desa )indikasi nopotisme dan kolusi.

2. Deddy Setiawan juga sama 15.000 ekor x 350. Rp. 5.250.000. adalah anak BPD desa sai alim ulu kec airbatu (Indikasi Nepotisme).

3. PONIMIN adalah LPM mendapat dana Rp.20.000000.

4. Imansyah Rp.20.000000. maka total Ponimin dan Imansyah Rp. 43.500.000.

sementara sisa dana Rp. 51.146.445. dana ini lah yang diduga di korupsi oleh ketua BUMdesa alim jaya desa sai alim ulu kec. air batu. Hironisnya BUMDESA alim jaya tidak pernah melakukan sosialisasi kepada masarakat, sehingga sifatnya diam diam agar dana yg dikucurkan pemerintah dapat diolah untuk diperuntukkan secara pribadi oleh ketua BUMDESA alim jaya. Data ini disampaikan dengan harapan kiranya pimpinan pusat pengawasan dana desa khusus untuk mengangkat persoalannya dengan UU korupsi agar pelaksanaan regulasi pendistribusian dana BUMDESA mantap dan teedistribusi dengan baik kepada masyarakat yang dibina sehingga tidak timpang tindih penerimaan-nya.

Warga yang merasa tidak mengerti dan kemudian tidak menerima bantuan ini merasa kecewa dan alhasi mengatakan bila perlu disurati pak Mentri dan pak presiden supaya heboh pak Totop disampaikan via pembicaraan telephone.Red-Alimin.Cs.

Filed in: Investigasi PKRI

Comments are closed.