9:13 am - Thursday July 19, 2018

Tercemar Limbah, Ternak Ribuan Ikan Mati ” Camat STM Hilir Bungkam “

MB-PKRI CADSENA NEWS, Medan Puluhan warga STM Hilir Kabupaten Deliserdang mendatangi Mapoldsu untuk melaporkan pencemaran lingkungan adanya aktivitas  pembuangan Limbah ternak(babi) secara sembarangan ke aliran sungai bekabu yang mengaliri kolam warga Dusun 1 Namo puli Desa Sumbul,Deliserdang.Jumat(2/2)

Ernita sembiring(34) warga Desa Sumbul kecamatan  STM Hilir Kabupaten Deliserdang yang mewakili warga peternakan ikan yang menjadi korban mengalami kerugian hampir ratusan juta

“Tiba-tiba puluhan ribu ekor ikan mati mendadak tanpa kami tahu penyebabnya, sehingga timbul kecurigaan kami dengan aliran sungai yang mengalir ke kolam sudah tercemar limbah kotoran babi,”kata Ernita kepada Harian Orbit usai membuat laporan diruangan SPKT Poldasu dengan LP/137/II/2018/SPKT “III” kerugian ditaksir Rp. 100.000.000,

Menurut Ernita yang didampingi suaminya,bahwa kolam ikan milik mereka sudah turun temurun menjadi kolam ikan yang menjadi sumber penghasilan kebutuhan hidup mereka termasuk  warga sekitar lainnya.

” Sejak  Beston Tarigan(terlapor) beternak Babi,kami trauma untuk memelihara ikan, takutnya mati lagi, padahal modal untuk bibit ikan dan pakannya cukup mahal dan sudah 3 tahun kami tidak beternak ikan,”ujar Ernita dengan rasa kecewa terhadap Camat STM Hilir tidak menanggapi keluhan warganya dengan bijaksana.

Sambung Ernita,sebelumnya pada Tanggal (02/10/2015) Pihak Desa sudah menerima  laporan warga masyarakat Dusun 1 Namo puli Desa Sumbul diterima oleh Yusmina Barus(pejabat desa sumbul) yang diteruskan ke  Dinas Perikanan dan Kelautan  Deliserdang untuk dilaporkan. Banyaknya ikan mas peliharaan warga mati dikerenakan kecurigaan pembuangan limbah ke sungai.

“Menurut kami,Camat STM Hilir  Riccad Manurung,bahwa ternak babi itu belum ada izin dari kecamatan maupun dari masyarakat  setempat, wajarlah kami duga Camat STM Hilir menerima ” Upeti”  setiap bulan dari pemilik ternak,” kata Ernita.

Trinov Fernando Sianturi Amd. Par,SH.sebagai Pengacara yang mendampingi Ernita buat laporan di SPKT Poldasu menurutnya sesuai hasil laporan  Badan Lingkungan Hidup UPT Laboratorium Lingkungan,jln.HM Said No. 25 Medan. Sertifikat  hasil pengujian Nomor:63/BLH.SU-UPT. LL/C/X/2015.

Identifikasi sampel:Air Limbah Ternak Babi(899/LC/10/2015).

“Hasil Uji laboratorium BLH Sumut Limbah Ternak(babi) Positif tercemar, hal ini jelas melanggar UU Nomor 32 Tahun 2009 Pasal 1 tentang pencemaran  lingkungan, selain sangat berbahaya limbah kotoran(babi) dibuang ke aliran sungai, masyarakat  juga menggunakan sungai tersebut, ” ujar Trinov.

Sambung Trinov Sianturi “Sebelum adanya Ternak (babi) sudah ada sekolah TK Immanuel Kids, mana mungkin bisa ada ternak sekitaran sekolah, dan informasinya  juga kepala Desa sumbul tak pernah memberikan  ijin ternak, tapi yang  paling anehnya Camat STM Hilir sudah mengetahui keresahan warga,justeru  Camat membela Pemilik ternak Beston Tarigan.dan isunya ada dugaan Camat sudah dapat “upeti”.ini sangat berbahaya dan mengganggu kesehatan  masyarakat  umum,”tegas Trinov.

Filed in: Uncategorized

Comments are closed.