8:07 am - Thursday November 14, 2019

TNI ada untuk Rakyat Bersama Pemerintah Daerah.

PKRI investigasi – SUMUT. Tanjung Balai. Rasa iba menjadi eforia yang didalamin para pedagang dan kaum tokoh disana.  Kasihan para pedagang pasar Simpang empat, tampak wajah mereka hilang kecerahan saat Bupati datang ke pasar untuk menyampaikan pesan perubahan pembaharuan tata kota, Masyarakat khususnya para pedagang  oleh camat diultimatum besok harus pindah ke lokasi pasar yang baru di Mega Asahan indah milik pengusaha swasta jampalan baru.

Anehnya dalam edaran surat ke pedagang berbunyi”HIMBAUAN”tapi melalui pengeras suara camat yang didampingi Kapolsek satpol PP bahkan personel Koramil mengucapkan “Besok harus dikosongkan” sehingga para pedagang resah.

Para pedagang tidak keberatan jika dipindah ke pasar yang dibangun pemerintah dibawah pengawasan dinas koperindag tetapi sekarang diharuskan pindah ke pasar milik swasta.

Dahmanhuri beramsumsi lain,  dikatakan ada apa dengan fenonena jalan arah pembangunan yang sedemikian ini,  pedagang hanya dapat memberikan kata setuju demi kelacaran pekerjaan mereka guna nafkah hidup.  Sebagian juga Beritanya sehingga menimbulkan image ada apa dibalik ini.
Padahal pasar tradisional Simpang empat ini telah lama berdiri sejak berpuluh tahun silam. dan para pedagangpun tetap memenuhi kewajiban yang dikutip pemerintah tetapi mengapa sekarang setelah pihak swasta JB selesai membangun pasar pihak muspika sibuk menyuruh pindah.

Satu hal lainnya dipertanyakan juga rencana pengosongan lahan dan pindah warga tidak Mendapatkan lampu hijau atau signal Baik untuk relokasi Bahkan sampai terakhir memberitahu pengosongan tidak ada disinggung ganti rugi pedagang suatu hal yg ironis seakan tertumpu resiko pada rakyat kecil yaitu pedagang pasar tersebut.

Wah siapa lagi yang melindungi mereka… Ya. Ungkap Dahmanhuri.

Red TopTroy.

Filed in: Investigasi PKRI

Comments are closed.