3:42 pm - Wednesday November 17, 0449

Totop Troitua Berharap PERKAP TETANG MASA PENYELESAIAN PERKARA DI POLRI TIDAK MENGECEWAKAN, DAN WAJIB MENGACU KEPADA PERKAP YANG ADA.

1 Tahun 7 Bulan Laporan dugaan surat palsu tak kunjung selesai. Pendiri MB-PKRI CADSENA SIAP LAPORKAN KAPOLRES ATAU KAPOLDA YANG MEMBUNGKAM KASUS PELAPORAN.

RADAR PKRI SUMUT, Medan, Laporan dugaan pemalsuan surat jual beli tanah oleh Bass Tampubolon yang sudah berjalan 1 Tahun 7 Bulan tidak kunjung selesai. Pendiri MB-PKRI CADSENA minta agar laporan Warga di tanggapin dan dapat diselesaikan ungkap LAKSMA BONAR LEO MSc.

Bass yang tidak mengetahui ada nya jual beli tanah yang di miliki terlapor RM dan GM merasa tak terima nama dan tanda tangan nya di buat dan di palsukan dalam surat jual beli tersebut.

Tanda tanya besar yang ada di dalam benak pikiran ketika melihat kasus yang tak kunjung selesai ini, ada nya saksi pelapor dan ada nya surat yang diduga palsu seharusnya membantu dan mempermudah penyidik menanganinya. Namun kekecewaan dan catatan penting untuk penegakan proses Hukum di negara kita.

Ketika PKRI-News mencoba mengkonfirmasikan hal ini ke penyidik, beliau membenarkan laporan Bassdi ini, “ masih kami tangani bang, ada banyak hal yang kami perlukan untuk menyelesaikan laporan ini bang. soalnya ini masalah surat, perlu pembuktian LABFOR dulu dan mengambil keterangan saksi-saksi lain nya” ujar penyidiknya di Polrestabes Medan. Namun ketika kami pertanyakan kapan semua ini selesai, penyidik tidak dapat memastikannya.

Melihat kejangalan yang dilakukan pihak Polrestabes dalam penegakan Hukum di Wilayah Hukum nya, PKRI-News mencoba mengkonfirmasikan hal ini ke Kasat Reskrim Polrestabes Medan melalui staffnya nya Rani, kami di sarankan untuk kembali menanyakan hal ini ke penyidik nya langsung “ sebaiknya Abang datangi penyidiknya saja tapi kalo abang tidak mau nanti saya yang langsung bilang sama Kanit nya “ kami pun menjelaskan bahwasanya kami sudah ke penyidiknya oleh karena belum ada kepastian waktu kami mau mengkonfirmasikan hal ini ke kasat.

Sementara surat konfirmasi tertulis kepada Kapolrestabes Medan di masukan, PKRI-NEWS yang sedang berada di lapangan berjumpa Kapolrestabes Medan Kombes Pol. Dadang Hertanto. SIK , langsung menyampaikan prihal laporan Bass, beliau yang begitu ramah menanggapi laporan ini dengan sangat baik “ nanti kita lihat dulu iya bang “ ujarnya di Lobi Hotel Mercure dalam pengamanan Pemilukada

Tak lama setelah itu, ajudan dari Kapolresta datang menghampiri PKRI dan menanyakan No Laporan tersebut “ bang bisa di wa kan no laporannya ke saya “ katanya

akibat lamanya proses penyidikan yang dilakukan Unit II Harda Polrestabes Medan,, Eny Saragih ahli waris dan pegawai Negeri sipil yang memiliki surat asli walikota atas tanah tersebut harus mengalami kerugian material.

Filed in: Uncategorized

Comments are closed.