6:54 pm - Friday December 15, 2017

Tupoksi Disnaker Harus Lebih Ditingkatkan, Buruh Demo Hak Hak Nya.

Pihak Perusahaan Sanggupi Hanya Bayar 500.000 saja.

Disnaker Lobby Perusahaan Dan Membayar Tambahan Kepada Buruh.

PENERUS PERINTIS – JABAR, Bogor, Peraturan Menteri Tenaga Kerja No 06 Tahun 2016 ternyata masih relatif minim. Dan dugaan di perusahaan PT Indomatra Busana Jaya yang bertempat di kawasan Kota Depok tidak sesuai yang mereka terima (pekerja) .Menurut penuturan salah satu karyawan yang berinisial WW mengatakan, ” Perusahaan memberikan kepada Tenaga Kerjanya sebesar Rp 500 ribu. Sebelumnya perusahaan hanya memberikan sebenar Rp 16 ribu,lalu para buruh melakukan demo untuk menuntut haknya (20/6).

Setelah Dinas Tenaga Kerja Kota Depok mendatangi Perusahaan PT Indomatra Busana Jaya, maka pihak manajemen perusahaan memberikan tambahan sebesar RP 500 ribu. Dan alasan perusahaan bahwa perusahaan dalam keadaan pailit,padahal produksi meningkat bahkan kami kerja lembur hingga jam 9 malam.inipun perhitungannya belum jelas juga.”
Ketika wartawan ingin meminta
konfirmasi kepada perusahaan. Salah seorang dari Satpam atas nama Efendi mengatakan bahwa pihak HRD tidak ditempat. Dan bahwa dari Dinas Tenaga Kerja Depok sudah sempat datang, bahwa persoalan sudah beres. Sampai ini pun para tenaga kerja masih bingung,apakah perusahaan dimana mereka bekerja kalau benar – benar dalam keadaan pailit.
Aturan yang memayungi kewajiban perusahaan membayarkan THR kepada pekerja yang sudah ditetapkan oleh perusahaan  meski baru satu bulan. Dan peraturan undang -undang tersebut sudah di tetapkan dari tanggal 8 Maret 2016. Permenaker yang merupakan salah satu aturan peraturan turunan dari Peraturan Pemerintah Nomor 78 Tahun 2015 tentang pengupahan secara resmi menggantikan Peraturan Menteri Tenaga Kerja Nomor PER. 04/MEN/1994 tentang Tunjangan Hari Raya Keagamaan Bagi Pekerja di Perusahaan. Jadi dalam aturan tersebut sudah jelas,bahwa pekerja dengan masa minimal satu bulan kini berhak menerima Tunjangan Hari Raya. (fito/usup)
Filed in: Ekonomi Bisnis

Comments are closed.