7:14 am - Wednesday December 19, 2018

ULAS PERDA NO 8/2013 Dan PEREMPUAN DALAM BISNIS KARAOKE.

RADAR PKRI JATENG, PATI. Karaoke adalah sebuah tempat hiburan yang disediakan khusus untuk menghibur diri atau istilahnya Enterteiner time, biasanya diberi waktu dari pagi hingga malam dengan batasan waktu tertentu. Hiburan malam yang sangat di minati para kaum adam, berdasarkan survey dalam beberapa tahun ini tempat hiburan malam banyak berdiri di wilayah pati pasti kurang lebih 95 tempat hiburan karaoke beroperasi dan tentunya juga banyak menyerap pemandu pemandu karaoke. Pemandu karaoke adalah perempuan yang notabone nya pintar bernyanyi dan menyanyikan lagu lagu menarik.

Berbicara tentang PK / LC (Pemandu Karaoke) menurut ibu Fatma dosen STAIN kudus yang selama ini perduli dengan para pemandu karaoke mengatakan “Perempuan terjun di dunia karaoke menurut survei/pendekatan secara teoritis saya yang selama ini, ada beberapa hal yang mengakibatkan mereka bergelut di dunia hiburan malam diantaranya teori perilaku yaitu karena adanya imposer dengan adanya gaji yang tinggi dan menggiurkan, sehingga tidak memungkinkan untuk meninggalkan profesi, teori humanlistik (abraham meslo) yang berarti setiap manusia terdorong oleh kebutuhan (kebutuhan dasar, kebutuhan rasa aman, kebutuhan sosial, kebutuhan harga diri dan aktualisasi. prospektif budaya maupun psikologis. karena kebanyakan perempuan menjadi obyek seksual”

Untuk itu kita perlu melakukan pendekatan dengan acara memberikan ketrampilan, menciptakan lapangan kerja baru dan memberikan edukasi di bidang umum dan agama.

Saya rasa semua orang tidak ada yang bercita cita kerja hiburan malam kalau tidak ada alasan yang mendesak harus terjun ke dunia malam. Tuturnya saat di forum discusion group.

Dalam kegiatan FGD kali ini hadir pasintel kodim pati, kabag ops polres pati, bapak Sutopo dari Disparpora, ibu fatma dari STAIN kudus, kapolsek margorejo beserta jajaranya, perwakilan pengusaha karaoke, plt satpol bapak Riyoso dan bapak Hadi, KH. Heppy. Humas setda dan rekan rekan wartawan.

Sutopo selaku perwakilan dari Disparpora mengatakan untuk diwilayah pati karaoke yang di verifikasi baru Safin, New merdeka, Morcalino, Mj, One hotel, bahwa proses persyaratan pendirian karaoke tertuang dalam pasal 26 yaitu harus memiliki aula, operator, ruang kantor, tempat parkir, pos keamanan, pintu tidak boleh di kunci. toilet dipisah. Karena karaoke merupakan bagian dari pariwisata maka harus bisa memenuhi persyaratan tersebut. Salah satunya harus seribu meter dari pemukiman.

Dalam Forum Group Discussion rekan rekan media menanyakan seribu meter yang bagaimana? dan apakah di dalam penegakan perda dibarengi dengan solusi bila karaoke di tutup? apakah sudah di persiapkan untuk pengalihan mata pekerjaan lain?

Riyoso S,Sos. saat di temui di acara FGD mengatakan satpol sebagai penegak perda, dan selama ini kami menjalankan tugas sudah sesuai prosedur. semua tempat hiburan kami datangi dan kami beri arahan dan juga kami data.

Di lain pihak saat ditemui di kantornya Bapak Musayafak selaku ketua asosiasi karaoke mengatakan mengapa dalam operasi penegakan perda hanya kafe kafe itu saja yang di operasi. padahal tempat karaoke sangat banyak sekitar 95 an tuturnya.

Musyafak juga menambahkan “kami hari rabu 14 februari bersama sama AKSI akan menyuarakan tuntutan kami di gedung dewan, karena selama ini dalam penegakan perda karaoke tebang tindih misalnya bila harus sesuai perda mengapa hotel hotel berbintang tidak dirazia padahal room ya tertutup, tidak dari kaca harusnya kan di tindak juga ” tambahnya. ***(biropati)

Filed in: Uncategorized

Comments are closed.