4:30 am - Thursday October 24, 2019

Unjuk rasa karyawan PT Rimau Group dan Asosiasi Angkutan Batu Bara (AABB) Barito Timur.

PKRI CYBER-BARTIM. Atas surat pernyataan dan kesepakatan yang ada, maka Bupati Barito Timur AMPERA A Y. MEBAS, SE, MM. menerbitkan surat bernomor 500/52/Ekobang tanggal 08 Oktober 2019 perihal hasil kesepakatan perwakilan aksi damai dengan asosiasi angkutan batubara (AABB) Tumpuk Natat Bartim.

Diantara poin yang ada dalam surat Bupati itu, PT Patra Jasa diminta untuk membuka jalan hauling.
Berdasarkan surat tersebut PT Patra Jasa setuju, untuk membuka aksebilitas jalan hauling PT Pertamina.bahwa pihaknya setuju untuk membuka jalan hauling. “Tetapi apabila sampai dengan tanggal 13 Oktober 2019 PT Semanas Energindo Mineral (SEM)

PT Rimau Group tidak mengisi dan menyerahkan formulir minat kerjasama penggunaan jalan, maka jalan hauling akan kembali ditutup,” jelas isi surat dari Ferry Febrianto selaku Plt. Direktur Utama PT Patra Jasa.Surat pernyataan yang mereka tandatangani di depan pejabat Muspida (Bupati Bartim, Kapolres bartim, Kepala kejaksaan Negeri Bartim,
Ketua Pengadilan Negeri dan Komandan Kodim setempat) itu terdiri atas tiga poin. Yaitu:

Siap mendorong PT Rimau Group sepakat bekerjasama dengan PT Pertamina (Persero) menurut ketentuan yang berlaku.
Siap bekerja sama dalam menciptakan situasi kondusif di wilayah Kabupaten Barito Timur,
serta mendukung tetap berjalannya iklim usaha yang kondusif khususnya perekonomian masyarakat Kabupaten Barito Timur dan meminta secepatnya kepada pihak pimpinan PT.Rimau Group, untuk segera menyelesaikan masalah yang ada sejak pernyataan ini diterima. Bahkan para pengunjuk rasa yang diwakili oleh 10 orang pada Selasa (8/10/2019) itu sudah menandatangani tiga kesepakatan yang dituangkan dalam sebuah dokumen berjudul ‘Surat Pernyataan,’Unjuk rasa karyawan PT Rimau Group dan Asosiasi Angkutan Batu Bara (AABB) Barito Timur sudah berakhir dengan kesepakatan. (el/red)

Filed in: PKRI News

Comments are closed.