7:09 pm - Sunday September 24, 2017

Wakapolda Kaltim Brigjen Pol. Mulyana Hardjo. Pimpin Penyucian Pataka.

Wakapolda Kaltim Brigjen Pol. Mulyana Hardjo. Pimpin Penyucian Pataka.

Penerus Perintis – KALTIM, Kota Balikpapan. Polda Kaltim mencuci pataka di Gedung Mahakam MAPOLDA – Kaltim memperingati HUT ke-71 Bhayangkara, Jumat (30/6/2017). Pencucian pataka “SIAGA DHARMA BAKTI” Polda Kalimantan Timur dipimpin Wakapolda Brigjen Pol. Mulyana Hardjo diikuti para perwira utama dan anggota Polri lainnya.

Komandan upacara Kasubbid Provos Bidpropam Polda Kaltim AKBP I Wayan Nassib Juliartha. Pelaksanaan upacara pencucian pataka Polda Kaltim berlangsung hikmat.

“Ini kegiatan rutin sebelum peringatan HUT Bhayangkara,” ujar Kabid Humas Polda Kaltim, Kombes Pol Ade Yaya Suryana.

PATAKA POLDA KALTIM

  1. Nama Pataka :”SIAGA DHARMA BAKTI”
  2. Asal Bahasanya : Bahasa Jawa Kuno
  • Siaga berarti : kewaspadaan dan kesiapan diri
  • Dharma berarti : asal perbuatan atau ilmu kepandaian
  • Bhakti berarti : semangat kerja dengan berpedoiman tanpa pamrih dengan dilandasi rasa pengabdian
  • Uraian kata demi kata :

Siaga – dimaksudkan :

  1. Bahwa setiap insan Polri harus selalu waspada serta correct dalam segala tindakannya
  2. Bahwa setiap insan Polri harus selalu menggunakan rasio dan keyakinannya di dalam menanggulangi segala bentuk tantangan yang timbul dalam masyarakat, yang datanya baik dari dalam maupun dari luar .

Dharma – dimaksudkan :

  1. Setiap insan Polri menyumbangkan seluruh amal perbuatan serta ilmu kepandaian yang dimilikinya untuk kepentingan negara, nusa dan bangsa.
  2. Sebagai sumber dan landasan di dalam melaksanakan kewajibannya untuk menuju keluruhan budi manusia.
  3. Sebagai pantjaran budi nurani manusia yang patut dimiliki oleh setiap insan Polri.
  4. Setiap insan Polri dapat selalu menjadi suri tauladan bagi masyarakat.
  5. Setiap insan Polri selalu bersedia memberikan bimbingan dan pedoman kepada masyarakat.
  6. Setiap insan Polri selalu dapat memberikan pengertian kepada masyarakat demi tercapainya suasana tata tentram karta raharja.

Bhakti – dimaksudkan :

  1. Adalah keluruhan serta keagungan budi yang patut dicapai dan dimiliki oleh setiap insan Polri.
  2. Sebagai persembahan tanpa pamrih setiap insan Polri selaku warga negara utama kepada negara, nusa dan bangsa
  3. Sebagai insan Polri wajib membaktikan diri tanpa ragu-ragu kepada negara, nusa dan bangsa serta bertaqwa kepada tuhan yang maha esa.
  4. Sebagai pedoman setiap insan Polri didalam pengabdiannya kepada negara, nusa dan bangsa demi terwujudnya masyarakat adil dan makmur berdasarkan pancasila dan undang-undang dasar 1945.

Kesimpulan umum : “SIAGA DHARMA BHAKTI” mengandung makna bahwa Angkatan Kepolisian Republik Indonesia dengan segala daya upaya serta kemampuan dan kecakapannya dan dengan penuh kewaspadaan di dalam melaksanakan tugas kewajibannya, memberikan bimbingan dan pengajaran terhadap masyarakat, berlandaskan keluruhan budi sepi ing pamrih rame ing gawe sesuai dengan doktrin Polri tata tentrem kerta raharja. Untuk mewujudkan masyarakat adil dan makmur berdasarkan pancasila dan undang-undang dasar 1945 secara murni.

Ketentuan Pataka : Pataka “SIAGA DHARMA BHAKTI” : terdiri dari  6 bagian yaitu :

  1. Mastaka Pataka
  2. Kain Pataka
  3. Tali Pengikat Pataka
  4. Tali Hias Pataka
  5. Tiang Pataka
  6. Selubung Pataka

Bentuk dan ukuran Pataka :

  1. Mastaka Pataka

Mastaka Pataka berbentuk lambang Negara Republik Indonesia, sesuai dengan ketentuan yang ada, di buat dari logam berwarna kuning emas dan tinggi 12,5 cm diukur dari ujung kaki (dasar kaki) sampai ujung kepala garuda.

  1. Kain Pataka

Kain Pataka dibuat ari kain beludru berwarna hitam, berukuran 90 x 60 cm, dikelilingi rumbai-rumbai berwarna kuning emas yang panjangnya 7 cm dan berjumlah 1746. Pada muka kanan dari Pataka dilukiskan lambang kesatuan angkatan Kepolisian Republik Indonesia Tribrata sesuai dengan ketentuan yang ada. Pada muka kiri di lukiskan lambang daerah angkatan Kepolisian Kalimantan Timur.

  1. Tali pengikat Pataka

Tali pengikat Pataka, berjumlah 5 berwarna kuning emas.

  1. Tali hias Pataka

Tali hias Pataka berjumlah 4 untas berwarna kuning emas, panjang masing-masing 45 cm dimana pada ujung masing-masing terdapat rumbai-rumbai yang panjangnya 7 cm dan berwarna kuning emas.

  1. Tiang Pataka

Tiang Pataka di buat dari kaju berwarna hitam dan berbentuk bulat panjang dengan ukuran 175 cm dan garis tengah 4 cm.

  1. Selubung Pataka

Selubung Pataka di buat dari kain sutera berwarna kuning emas yang menurut tingkatannya diberi tanda-tanda “bios” berwarna hitam dan jambul .

 

  1. Uraian tata lukisan : Pataka “SIAGA DHARMA BAKTI” dari komando daerah angkatan Kepolisian 14/Kalimantan Timur terdiri atas 14 atribut sesuai dengan angka komandonya. Atribut tersebut adalah sebagai berikut :
  2. Sebuah bintang besar bersudut lima
  3. Setangkai padi berbuah 45 butir
  4. Setangkai daun kapas berjumlah 17 helai dengan bunga kapas sebanyak 18 kuntum
  5. Sebuah telabang
  6. Sebuah mandau
  7. Sebuah tombak bersumpit
  8. Sebuah lukisan Pulau Kalimantan
  9. Serumpuk rotan
  10. Sebuah bunga teratai
  11. Warna hitam
  12. Warna kuning emas
  13. Warna merah
  14. Warna putih
  15. Warna hijau

 

  1. Pengertia tentang atribut :
  2. BINTANG BESAR BERSUDUT LIMA

Bintang Besar Bersudut Lima berwarna kuning emas melambangkan pancasila dimam Polri di dalam melaksanakan tugasnya selalu berpedoman pada pancasila dan undang-undang dasar 1945 yang merupakan falsafah hidup bangsa Indonesia.

  1. SETANGKAI PADI BERBUAH 45 BUTIR

Padi melambangkan kemakmuran dan kesejahteraan yang merupakan cita-cita rakyat Indonesia, umumnya dan Kalimantan Timur khususnya di dalam usaha memenuhi kebutuhan hidup masyarakat. 45 butir buah padi melambangkan tahun proklamasi kemerdekaan Negara Republik Indonesia.

  1. SETANGKAI DAUN KAPAS BERJUMLAH 17 HELAI DENGAN BUNGA KAPAS SEBANYAK 8 KUNTUM.

Daun kapas melambangkan sandang, dimana diharapkan oleh rakyat Indonesia umumnya khususnya Kalimantan Timur, dapat memenuhi kebutuhan sandang sebaik-baiknya.

Jumlah daun kapas 17 helai, melambangkan tanggal kemerdekaan Republik Indonesia.

Jumlah bunga kapas 8 kuntum, melambangkan bulan kemerdekaan Republik Indonesia. Jadi setangkai daun kapas dengan bunganya dan setangkai padi, melambangkan tanggal bulan dan tahun proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia 17-8-1945, yang merupakan hari keramat dan jembatan emas bagi bangsa Indonesia menuju tercapainya masyarakat adil dan makmur. Polri selaku penegak hukum dan pengemban matra keempat dari doktrin hankam yang bertugas memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat selalu menjalankan tugasnya dengan berpedoman pada pancasila dan undang-undang dasar 1945.

  1. TELABANG

Telabang dibuat dari kayu yang ringan tetapi kuat. Alat ini dipergunakan oleh penduduk asli untuk membela diri jika atau bilamana mendapat serangan dari musuh. Dibagian luarnya di beri lukisan dengan dasar warna merah, yang melambangkan keberanian dan kepercayaan pada diri sendiri.

  1. TELABANG

Mandau adalah senjata khas penduduk asli Kalimantan. Alat ini adalah serba guna dan selalu di bawa kemana-mana, untuk dipergunakan menebang kaju dan macam-macam keperluan, dengan lain perkataan adalah alat penduduk untuk memenuhi kebutuhan hidup. Dengan membawa mandau rakyat merasa aman dan selalu siap menghadapi musuh-musuh yang menjerangnya sewaktu-waktu.

  1. TOMBAK BERSUMPIT

Tombak mempunyai gagang yang di buat dari kayu, dimana pada gagang itu diberi lubang sehingga tombak tersebut berfungsi pula sebagai alat sumpitan. Didalam kehidupan sehari-hari tobak bersumpit tersebut di pergunakan alat untuk berburu binatan, ikan dan lain-lain dan sekaligus merupakan senjata untuk membela diri.

Penjelasan :

  1. Alat-alat seperti tersebut diatas yaitu : telabang, mandau dan tombak bersumpit beserta anak sumpit yang dibuat dari kaju yang keras dengan ujungnya yang beracun merupakan senjata dan alat yang khas penduduk asli di dalam kehidupan sehari-hari di Kalimantan.
  2. Dalam rangka tugas Polri telabang, mandau dan tombak bersumpit tersebut menunjukkan kewaspadaan dan kesamaptaan dalam melaksanakan tugas negara. Maksudnya apabila terjadi pelanggaran hukum dapat di tindak dengan cepat. Hal ini sesuai dengan tujuan tugas Polri dalam melaksanakan public service yang secepat-cepatnya.
  3. Sehubungan dengan itu alat-alat tersebut menggambarkan kesederhanaan Polri dalam melaksanakan tugasnya untuk mencapai hasil yang nyata sehingga Polri disegani oleh masyarakat.
  4. LUKISAN PULAU KALIMANTAN

Kalimantan adalah wilayah pulau dimana slagoer komando daerah angkatan kepolisian XVI/KT berkedudukan dipulau tersebut. Bintang kecil bersudut lima yang terlukis diatas Pulau Kalimantan munujukkan tempat kedudukan markas komando daerah angkatan kepolisian.

  1. ROTAN

Rotan adalah sangat kuat dan ulet, yang merupakan salah satu hasil hutan di daerah Kalimantan Timur yang mempunyai arti penting dan dapat di pergunakan untuk membuat berbagai keperluan dan tahan lama. Dalam rangka tugas Polri rotan menggambarkan keuletan dan kerukunan untuk melaksanakan tugas sehingga tercapai hasil yang sebaik-baiknya.

  1. BUNGA TERTATAI

Bunga teratai (bunga letus) berdaun segi empat yang menghimpun keseluruhan lambang pataka komando daerah angkatan XIV/KT mempunyai arti : menghimpunseluruh mana serta isi pataka. Bunga teratai dikenal di dunia timur sebagai lambangketuhanan yang maha esa, lambang goddelijkhsid di dalam pola pataka ini, karenannyadikandung do’a  kepada tuhan yang maha kuasa supaya komdak XIV/KT selalu di ayemi, dilindungi, dituntun, di berjahi dan diridhoi oleh illahi di dalam melaksanakan tugas negara yang selaras dengan kehendak-Nya.dengan ini ingin di kemukakan bahwa seluruh warga Polri komdak XIV/KT mental-ideel selalu mengagungkan asma Tuhan, asal segala hidup dan ingin menyesuaikan segala langkahnya untuk siaga berdharma dan berbhakti kepada negara, bangsa dan masyarakat pada nilai-nilai ke-Tuhanan.

  1. WARNA HITAM

Watna hitam mengandung makna kelanggengan; simbol dari pada bumi, tempat kita lahir, bekerja, berbakti, tempat (stoffelijk everschott) raga kita dikembalikan kepada Tuhan kelak. Hitam sebagai dasar dari seluruh pola Pataka, dimaknakan bumi Indonesia dimana Polri dan Komdak XIV/KT berdharma bhakti pada ibu pertiwi Indonesia

  1. WARNA KUNING EMAS

Kuning emas melambangkan kebesaran, kejayaan dan keagungan. Kebesaran, kejayaan dan keagungan ini hanya dapat dicapai melalui keluhuran budi. Dalam melaksanakan tugas, Polri sebagai abdi utama dari pada negara, wajib memiliki keluhuran demi tercapainya kejayaan serta keagungan bangsa dan negara.

  1. WARNA MERAH

Merah melambangkan keberanian dan kepahlawanan didalam melaksanakan tugas Polri serta disiplin, penuh kreatif dan inisiatif di dalam ikut menegakkan kebenaran dan keadilan (tetapi bukan disiplin yang mati)

  1. WARNA PUTIH

Putih melambangkan kesucian dan keberanian maksudnya Polri di dalam melaksanakan tugasnya senantiasa berpedoman pada “sepi ing pamrih rame ing gawe”

  1. WARNA HIJAU

Hijau melambangkan kesuburan dan kedamaian. Tugas polri sesuai dengan doktrin “tata tentrem kata raharja” ikut serta mengusahakan agar daerah Kalimantan Timur dapat menjadi daerah yang subur, makmur dan aman sentosa.

(Humas Polda Kaltim)

Filed in: Uncategorized

Comments are closed.