3:53 pm - Tuesday March 23, 9002

Warga Demo Di Jalan Tol Salatiga-Kartasura Terkait Jalan Pengganti Di Kali Kenteng.

Mereka meminta dibuatkan jembatan penyebrangan orang (JPO) sebagai pengganti jalan dusun yang terpotong lantaran pembangunan tol Salatiga-Kartasura.

Salatiga. Jawa Tengah –¬†Warga Desa Susukan, Kecamatan Susukan, Kabupaten Semarang, melakukan aksi demo di Jembatan Kali Kenteng, Selasa (18/12/18), kemarin.

Seorang warga Susukan, Dwi Catur mengatakan, aksi ini mereka lakukan lantaran jalan pengganti dusun yang dibangunkan oleh pihak kontraktor jalan tol Salatiga-Kartasura tidak layak.
Pada kesepakatan awal, jalan pengganti dusun akan dibuatkan selebar empat hingga lima meter.

Namun, realiasasinya jalan penghubung dusun tersebut hanya selebar dua meter.
“Warga sangat kecewa. Selain sempit, jalan penghubung dusun tersebut juga sangat curam,” imbuh Dwi
Lebih lanjut, jalan yang menghubungkan Dusun Ketanggen dan Deresan tersebut jaraknya semakin jauh.

Semula hanya bisa ditempuh 250 meter, kini harus berputar hingga 1 kilometer.
“Padahal jalan tersebut digunakan untuk akses anak-anak sekolah. Kini mereka harus turun lewati overpass terus naik lagi,” paparnya.

Sebelum dibuatkan jalan penghubung, warga Susukan meminta dibangunkan JPO sebagai akses pengganti, tetapi dengan berbagai macam alasan permintaan tersebut tidak dipenuhi.
Sebagai pengganti, pihak kontraktor membuatkan jalan pengganti dan akan memberikan ganti rugi uang untuk kepentingan warga.

“Setelah pembangunan tol selesai ternyata kesepakatan awal berubah. Yang diganti rugi bukan luasan jalan tapi hanya pondasi dan saluran air saja,” terangnya.

Sebelum tol Salatiga-Kartasura diresmikan pada 20 Desember mendatang, Warga Susukan meminta setidaknya ada kesepakatan pembuatan jembatan penyebrangan orang (JPO).
“Harapannya pihak yang berwenang segera membangun JPO agar mempermudah akses kami,” katanya. (135).****

Filed in: Investigasi PKRI

Comments are closed.