PEWARNA DKI Tebar Harapan dan Berbagi Kasih “Rasa Kebersamaan Pewarna DKI Rayakan Paskah Simbol Telur Paskah Dan Pembebasan”

POLSUSWASKIANA – JAKARTA. Perayaan Paskah di depan Persekutuan Gereja – Gereja di Indonesia tepatnya pada 5 April 2026. mengilhami pemaknaan Paskah dengan pembebasan.

Di tengah padatnya arus kendaraan dan  aktivitas masyarakat di ibu kota,  keadaan pelaksanaan perayaan Paskah dirayakan dengan penuh suka cita dan perayaan Paskah terlihat dapat dilaksanakan oleh seluruh lapisan masyarakat Kristiani baik Protestan Katolik.

Tepat dalam masa pelaksanaan Paskah tentu suasana disetiap jalan jalan ibukota terasa berbeda. Begitu juga dengan pelaksanaan Paskah di Jalan Salemba, Jakarta Pusat, Minggu (5/4). Sejumlah wartawan yang tergabung dalam PEWARNA Indonesia DKI Jakarta turun ke jalan, membagikan telur Paskah dan tanaman kepada masyarakat. Pemaknaan yang sangat Sederhana, namun penuh makna akan arti Paskah.

Melalui kegiatan *Paskah Outdoor*, aksi ini menjadi cara nyata menghadirkan pesan kebangkitan Kristus—bukan hanya di dalam gereja, tetapi langsung di tengah kehidupan masyarakat dimana Paskah mengambil peran kelahiran Yesus menandakan sang Mesias yang lahir untuk membebaskan perbudakan saat itu.

Telur Paskah yang dibagikan kepada anak-anak dan pengguna jalan menjadi simbol kehidupan baru, sementara tanaman yang diberikan melambangkan beberapa harapan, pertumbuhan, dan masa depan yang terus bertumbuh, berbuah bahkan menaburkan wewangian.

Senyum yang terlihat dari wajah para penerima bingkisan Paskah, menjadi bukti bahwa pesan damai dan kasih dapat menjangkau siapa saja,

Kegiatan ini dihadiri Ketua Umum PEWARNA Indonesia, Yusuf Mujiono, yang didampingi bersama Bendahara Umum Albert Muntu. Menjadikan kado allah dalam Firman Tuhan yang disampaikan oleh Herru Widjaja, Kado Paskah dalam Firman nya menegaskan bahwa kebangkitan Kristus harus tercermin dalam kehidupan umat Kristen orang per orang dan bukan merupakan tindakan semata mata najwa membagikan telur saat Paskah hanyalah ceremony Paskah dan sekadar perayaan seremonial.

Ketua PEWARNA Indonesia DKI Jakarta, Johan Sopaheluwakan, menegaskan bahwa Paskah adalah momentum untuk kita dan bagi iman Kristiani kita dan juga sekaligus merupakan panggilan sosial.

“Paskah bukan hanya untuk dirayakan, tetapi untuk dihidupi. Kasih yang kita terima harus menjadi kasih yang kita bagikan,” ujarnya.

Senada dengan itu, Sekretaris DKI Jakarta yang juga sekaligus Ketua Panitia, Suwidodo, menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi bukti kekompakan dan semangat pelayanan anggota. Sehingga Paskah ditahun tahun yang datang Suka cita dan kabar pembebasan kelahiran Yesus merupakan Bagian Paskah yang memaknai Tentang Telur Paskah. Bahwa telur Paskah adalah jawaban  pembebasan Tuhan berikan telah kita dapatkan.

“Kami ingin hadir di tengah masyarakat, membawa pesan damai dan harapan. Ini adalah bentuk pelayanan nyata kami sebagai jurnalis yang tidak hanya menulis, tetapi juga bertindak,” katanya.

Seluruh anggota cabang dari lima wilayah Jakarta—Pusat, Utara, Timur, Barat, dan Selatan—turut ambil bagian. Kehadiran lintas wilayah ini memperlihatkan soliditas dan semangat kebersamaan dalam tubuh PEWARNA.

Di tengah kebisingan kota, aksi kecil ini justru menghadirkan kehangatan. Pengendara yang melambat, pejalan kaki yang berhenti sejenak, hingga anak-anak yang tersenyum menerima telur Paskah—semuanya menjadi potret bahwa kasih masih hidup di tengah kehidupan urban yang serba cepat.

Melalui Paskah Outdoor ini, PEWARNA Indonesia DKI Jakarta ingin menegaskan bahwa nilai kasih, kepedulian, dan persaudaraan tidak mengenal batas. Di ruang publik yang terbuka, pesan Paskah hadir sebagai pengingat bahwa harapan selalu ada, dan kebaikan selalu bisa dimulai dari langkah sederhana.

Pewarta/Dippos-Totop

Filed in: Kultur Budaya

Comments are closed.