POLSUSWASKIANA- SAMARINDA. Warga Kalimantan Timur kini melakukan demonstrasi besar-besaran hari ini, 21 April 2026, untuk menuntut Gubernur Rudy Mas’ud mundur dari jabatannya. Mereka tergabung dalam Aliansi Perjuangan Masyarakat Kalimantan Timur, yang terdiri dari 44 organisasi dan elemen masyarakat.
Demo tersebut dilakukan oleh Aliansi Perjuangan Masyarakat Kalimantan Timur, yang terdiri dari 44 organisasi dan elemen masyarakat. Mereka menuntut Gubernur Rudy Mas’ud mundur dari jabatannya karena beberapa isu, seperti tudingan praktik nepotisme dan kurangnya transparansi dalam pengelolaan keuangan daerah. ¹
Aksi ini dipicu oleh beberapa isu, seperti tudingan praktik nepotisme, gaya hidup mewah pimpinan daerah, dan kurangnya transparansi dalam pengelolaan keuangan daerah. Mereka juga menuntut perbaikan infrastruktur dasar di daerah yang masih buruk.
Kantor Gubernur Kalimantan Timur telah dipagari kawat berduri sebagai langkah pengamanan, dan sekitar 1.700 personel gabungan dari polisi, Satpol PP, dan TNI disiagakan untuk menjaga keamanan.
Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud, belum memberikan pernyataan resmi terkait demonstrasi yang berlangsung hari ini. Namun, pejabat komunikasi provinsi menyatakan bahwa langkah pengamanan, seperti pemasangan kawat berduri di sekitar kantor gubernur, bersifat preventif untuk melindungi fasilitas publik.
Wali Kota Samarinda, Andi Harun, belum memberikan pernyataan resmi terkait demonstrasi di Kantor Gubernur Kalimantan Timur. Namun, Gubernur Rudy Mas’ud menyatakan bahwa aktivitas pemerintahan akan tetap berjalan normal dan siap menemui perwakilan massa jika situasi memungkinkan.
Kapolda Kaltim, Irjen Pol Endar Priantoro, memastikan bahwa aparat keamanan siap mengawal penyampaian aspirasi rakyat tanpa kericuhan. Kantor Gubernur telah dipagari kawat berduri sebagai langkah pengamanan.
Kajati Kaltim, I Made Wahyu Eka Yuwana, belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait demonstrasi ini.
Rudy Mas’ud dijadwalkan membuka ruang dialog pada sore hari ini untuk mencari solusi damai dengan perwakilan demonstran. Kapolda Kalimantan Timur, Irjen Pol Endar Priantoro, menegaskan kesiapan aparat untuk mengawal penyampaian aspirasi rakyat tanpa kericuhan.
Mewakili Ketua Nasional MB PKRI CADSENA Maradona menyampaikan bahwa kericuhan ini sebaiknya diredam dan pelaksana demo tidak mengakibatkan kerusakan atau korban. Demo ini sangat baik dan sebagainya selalu dalam tujuan yang baik demi kesejahteraan masyarakat kalimantan Timur.
Pewarta/Aisa-Tuty.

