Kamis (23/4/2026), di Lapangan Upacara Pemkot Bitung, Jalan Sam Ratulangi, Kecamatan Maesa.

Bacaan Lainnya

Kegiatan yang diikuti sekitar 1.000 peserta ini berlangsung tertib dan penuh khidmat, melibatkan jajaran ASN, organisasi perempuan, unsur TNI-Polri, serta tamu undangan dan awak media.

Bertindak sebagai inspektur upacara, Wali Kota Bitung Hengky Honandar SE memimpin langsung jalannya kegiatan.

Sementara itu, Camat Matuari Fonda Onda Orah dipercaya sebagai komandan upacara, dengan Kepala Dinas Pariwisata Kota Bitung Pingkan S. Kapoh sebagai perwira upacara.

Turut hadir Wakil Wali Kota Randito Maringka S.Sos, Ketua DPRD Vivie Jeanet Ganap, Sekretaris Daerah Ignatius Rudy Theno, Ketua TP-PKK Ny. Helen Sondakh, Sekretaris TP-PKK Ny. Jacinta Maribell Maringka Gumolong serta jajaran Forkopimda dan pimpinan instansi vertikal lainnya.

Upacara diawali dengan persiapan pukul 07.30 WITA dan dimulai pada pukul 07.50 WITA.

Rangkaian kegiatan berlangsung sesuai tata upacara, mulai dari penghormatan kepada pembina upacara, pengibaran bendera Merah Putih, mengheningkan cipta, hingga pembacaan Pancasila, UUD 1945, dan Panca Prasetya KORPRI.

Momentum ini juga dirangkaikan dengan penyerahan Surat Keputusan kenaikan pangkat dan pensiun ASN terhitung mulai tanggal 1 Mei 2026, serta pemberian piagam penghargaan kepada sejumlah pihak berprestasi di lingkungan Pemerintah Kota Bitung.

Sebagai bentuk dukungan terhadap program ketahanan pangan, Pemerintah Kota Bitung turut menyerahkan bantuan bibit cabai dan tomat kepada TP-PKK kecamatan se-Kota Bitung.

Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota Bitung Hengky Honandar SE membacakan amanat Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia yang menegaskan pentingnya melanjutkan perjuangan Raden Ajeng Kartini dalam mewujudkan kesetaraan gender.

Amanat tersebut menekankan bahwa peringatan Hari Kartini harus menjadi momentum refleksi sekaligus penguatan komitmen bersama untuk menghadirkan keadilan gender dalam seluruh aspek kehidupan.

Pendidikan, kesehatan, serta partisipasi perempuan dalam pembangunan disebut sebagai kunci utama menuju masyarakat yang inklusif.

Meski berbagai kemajuan telah dicapai, tantangan kesenjangan gender masih menjadi perhatian, terutama dalam akses ekonomi, pendidikan, dan keterwakilan politik perempuan.

Oleh karena itu, sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat dinilai penting untuk memperluas ruang pemberdayaan perempuan.

Kegiatan yang berakhir pada pukul 09.00 WITA ini berlangsung lancar dan aman.

Peringatan Hari Kartini di Kota Bitung diharapkan tidak hanya menjadi agenda seremonial, tetapi juga menjadi langkah konkret dalam memperkuat peran perempuan sebagai subjek pembangunan.

Dengan mengusung semangat “Habis Gelap, Terbitlah Terang”

Peringatan ini menjadi pengingat bahwa kemajuan bangsa tidak terlepas dari kontribusi perempuan yang berdaya, mandiri, dan bermartabat menuju Indonesia Emas 2045.

Pewarta/Annerudin.