Akhiri Konflik Yang Tiada Duanya, Pemuda Pateten Satu dan Tiga Pilih Jalan Damai. “BA²BE BACA BACA BERITANYA”

POLSUSWASKIANA – BITUNG. Deklarasi Damai Pemuda Pateten Satu dan Pateten Tiga, Akhiri Konflik dan Perkuat Persaudaraan di Aertembaga. Semangat persatuan dan kesatuan kembali ditegaskan oleh para pemuda Kelurahan Pateten Satu dan Kelurahan Pateten Tiga (Kampung Unyil), Kecamatan Maesa, yang sepakat untuk menjunjung tinggi rasa kebersamaan.

Momentum ini menjadi tonggak penting dalam peranan pemuda sebagai pilar bangsa yang reli gua menurut Sumpah Pemuda  berikrar untuk menjaga dan mengikat tali persaudaraan dalam menjaga keamanan dan ketertiban didalam masyarakat (kamtibmas) di wilayahnya masing masing.

Deklarasi damai yang disaksikan langsung oleh Kapolsek Aertembaga, AKP Denny S. Tampenawas, S.Sos, Camat Aertembaga, Stenly Robert Tatipang, S.Sos, para lurah, tokoh agama, serta tokoh masyarakat.  menjadikan sebuah bukti dan wujud nyata terhadap upaya pemerintah untuk ikut dan terlibat serta ada dalam wujud menciptakan situasi yang aman dan kondusif.

Kegiatan yang berlangsung menciptakan bentuk harmonisasi penuh keakraban.  sehingga terbentuk keadaan untuk kedua bagian menciptakan refleksi diri. hal ini sesuai dengan rencangan sehingga ada waktu khusus yang kemudian menjadi moment bagi mereka untuk membangun kembali nilai-nilai persaudaraan dan kebersamaan.

Kapolsek Aertembaga, AKP Denny S. Tampenawas, bahwa pendekatan humanis dalam penyampaian bentuk bentuk kriminalisasi dan paham pemecah pemersatu bangsa adalah menjadi kunci utama sehingga keakraban dapat langsung terjalin yang wajib mereka Terima dan dalam menyelesaikan konflik sosial di tengah masyarakat.

“Deklarasi damai ini bukan sekadar seremonial, tetapi merupakan komitmen nyata untuk menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif. Kami mengajak seluruh pemuda meninggalkan konflik dan mengisi waktu dengan kegiatan positif,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan betapa pentingnya pengendalian diri serta kepatuhan terhadap ilmu hukum. terutama KUHP bagi mereka membawa senjata tajam atau melakukan tindakan yang merugikan. dikarenakan dapat melukai dan menghilangkan nyawa.

“Kami akan bertindak tegas terhadap pelanggaran, namun yang utama adalah membangun kehidupan yang rukun dan damai,” tambahnya.

Sementara itu, Camat Aertembaga, Stenly Robert Tatipang, memberikan apresiasi atas terselenggaranya deklarasi tersebut dan berharap para pemuda mampu menjaga komitmen perdamaian.

“Kami sangat mengapresiasi inisiatif ini. Saya berharap para pemuda tidak mudah terprovokasi, mampu menahan diri, serta tidak lagi menyelesaikan masalah dengan tawuran. Jadikan ini sebagai awal baru untuk saling mengenal satu sama lain dan suasana kebersamaan untuk dapat saling memaafkan dan memperkuat persaudaraan,” ujarnya.

Nuap

Puncak kegiatan ditandai dengan penandatanganan dan pembacaan Deklarasi Damai oleh kedua kelompok pemuda. Dalam komitmen tersebut, mereka sepakat mengakhiri segala bentuk konflik, menolak provokasi, menjaga keamanan lingkungan, serta membangun hubungan yang harmonis

Deklarasi ini menjadi bukti bahwa konflik dapat diselesaikan secara damai melalui komunikasi terbuka, pendekatan humanis, dan sinergi semua pihak.

Kegiatan berakhir pada pukul 16.45 WITA dalam keadaan aman dan kondusif, sekaligus meninggalkan harapan baru bagi terciptanya lingkungan yang lebih damai, harmonis, dan bersatu di Kota Bitung.

Pewarta/Annerudin.

Filed in: Adventorial

Comments are closed.