POLSUSWASKIANA – JAKARTA — Kegiatan Diskusi Hari Raya Pendidikan yang mengangkat tema “Diskusi Pendidikan: Bedah Buku Filsafat Kecemasan” sukses diselenggarakan pada 2 Mei 2026 di Graha ART FX Sudirman, Jakarta. Acara yang berlangsung hangat dan penuh antusiasme ini dihadiri puluhan peserta dari kalangan pelajar, mahasiswa, praktisi pendidikan, komunitas, hingga pegiat sosial.
Kegiatan ini menjadi ruang refleksi, kolaborasi, dan pertukaran gagasan mengenai kondisi serta masa depan pendidikan Indonesia dengan menghadirkan berbagai tokoh pendidikan, kreator, praktisi, hingga pegiat sosial.
Pada sesi pembuka, diskusi diawali dengan bedah buku Filsafat Kecemasan bersama Rian Fahardhi, S.Sos, selaku penulis buku, dan Triq Purnamasari, Editor Nonfiksi Bentang Pustaka. Dalam sesi tersebut, para narasumber membahas keresahan generasi muda, tekanan sosial, hingga relevansi filsafat dalam kehidupan dan dunia pendidikan saat ini.
Memasuki segmen kedua bertajuk “Peta Pendidikan Indonesia: Sudah Sampai Di Mana Pendidikan Indonesia?”, para narasumber menyampaikan pandangan mengenai tantangan pendidikan nasional di era digital. Hadir dalam sesi ini Galih Sulistyaningra (Praktisi Pendidikan dan CEO Smartick Indonesia), Nada Aprianita (Creator/Guru Sejarah), M. Andy Zaky (CEO Orbit Edutech), serta Reza Erfit (Creator dan Founder Rumus Muda). Diskusi berlangsung interaktif dengan menyoroti pentingnya inovasi, pemerataan akses pendidikan, serta kesiapan generasi muda menghadapi perkembangan teknologi.
Kegiatan juga menghadirkan segmen spesial berupa orasi monolog dari Zul Kifli, Founder Catatan Bumi, yang menyampaikan pesan reflektif mengenai peran pendidikan dalam membangun kesadaran sosial dan karakter generasi bangsa.
Pada segmen ketiga bertema “Kerjasama untuk Generasi Selanjutnya”, para pembicara menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang inklusif dan berkelanjutan. Sesi ini menghadirkan Ragil Dimas Pamungkas, S.Pd., Gr (Educreator Kang Guru IPA), Okie Earlivan (Staf Khusus Mendiktisaintek), Nissa Rengganis (Kabid Riset), Lutfi Dipa (Ketua Umum Bepro/Waketum IESPA), serta Ir. Moch. Abduh, MS.Ed., Ph.D selaku Staf Ahli Menteri Bidang Teknologi Pendidikan.
Salah satu sorotan utama dalam kegiatan ini adalah segmen “Gerakan Benerin 1000 Sekolah” yang dipaparkan langsung oleh Rian Fahardhi selaku Founder Sekolah Tanah Air bersama Amara Nindya Achmad Putri, Ketua Yayasan Sekolah Tanah Air. Gerakan tersebut menjadi bentuk kepedulian nyata terhadap perbaikan fasilitas dan kualitas pendidikan di berbagai wilayah Indonesia.
Acara ditutup dengan penampilan spesial dari Dancer Club SMPN 253 Jakarta yang menambah semarak suasana dan mendapat apresiasi dari para peserta yang hadir.
Melalui kegiatan ini, diharapkan lahir semangat baru serta kolaborasi nyata dalam mendorong kemajuan pendidikan Indonesia agar semakin adaptif, inklusif, dan mampu menjawab tantangan zaman.
Pewarta/Dippos ST

