CYBER, PWI-/ BITUNG. Kapolres Bitung AKBP Arie Sulistyo Nugroho, S.I.K., M.H., turun langsung ke tengah masyarakat untuk meredam situasi sekaligus membuka ruang dialog antara warga yang terlibat ketegangan, Selasa (15/9/2026) sore.
Sekitar pukul 15.30 WITA, Kapolres bersama Kabag Ops dan sejumlah Pejabat Utama Polres Bitung tiba di lokasi.
Ketegangan yang sempat memanas di kawasan Kompleks Pasar Tua (THU) dan Kombos Cantik Manis, Kelurahan Bitung Tengah, Kecamatan Maesa, Kota Bitung, akhirnya mereda.
Kehadiran orang nomor satu di jajaran Polres Bitung itu menjadi langkah penting dalam mencegah situasi berkembang menjadi konflik yang lebih luas.
Pertemuan berlangsung secara persuasif. Masing-masing pihak diberikan kesempatan menyampaikan keluhan, aspirasi, serta persoalan yang mereka hadapi.Camat Maesa dan Lurah Bitung Tengah turut hadir dalam dialog tersebut.
Kapolres memilih berdiri di tengah masyarakat dan mendengarkan langsung persoalan yang disampaikan warga dari kedua pihak.
Langkah Kapolres turun langsung ke tengah warga sekaligus membuka ruang dialog menjadi bukti bahwa meredam konflik tidak selalu harus dengan kekuatan, tetapi bisa dimulai dari mendengar, berdialog dan membangun kembali rasa persaudaraan.
Pendekatan dialogis itu perlahan membuat suasana yang sebelumnya tegang mulai mencair. Emosi warga dapat diredam dan komunikasi antara kedua pihak kembali terbuka. Hasilnya, warga secara sukarela membuka blokade jalan yang sebelumnya dilakukan. Akses jalan kembali terbuka dan situasi di kawasan tersebut berangsur aman serta kondusif.
Dengan pendekatan humanis, komunikasi terbuka dan kerja sama seluruh elemen masyarakat, Polres Bitung menegaskan komitmennya menjaga Kota Bitung tetap aman, damai dan kondusif.
Kapolres juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah percaya maupun menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.
Informasi yang keliru, kata dia, berpotensi memicu kesalahpahaman dan kembali meningkatkan ketegangan di tengah masyarakat.
Bagi Kapolres, kehadiran polisi tidak hanya dibutuhkan ketika konflik telah terjadi. Polisi harus hadir sejak potensi konflik mulai terlihat, mendengarkan masyarakat, kemudian mencari jalan keluar sebelum persoalan berkembang lebih jauh.
Polres Bitung bersama pemerintah kecamatan dan kelurahan akan terus melakukan komunikasi serta pemantauan terhadap perkembangan situasi di wilayah tersebut.
Pewarta/Aneruddin-Tua
