BA²BE BACA BACA BERITANYA: Dukungan Dari MAKODA TAPA ULI Yakni Tapteng Taput, Humbahas dan Toba. Siap Didepan Garis Terhadap Rencana Kepala Daerah Terhadap Kayu Limbah Longsoran.

PKRI INFO – TAPANULI. Seiring waktu berjalan demikian hal nya dengan permasalahan yang ada di hadapi masyarakat akan adanya Limbah kayu longsoran di beberapa daerah khususnya TAPANULI.

Kefua Pendiri MB PKRI CADSENA Totop Troitua Mangunsong menyatakan bahwa mendukung kuat akan rencana pemerintah daerah terhadap kayu limbah longsoran menjadi kayu olahan.

Diterangkan bahwa wilayah terdampak adalah sebagai berikut: Longsoran terjadi di beberapa daerah di Tapanuli Tengah (Tapteng), Sumatera Utara, antara lain:

  • Dusun II Hutaraja Desa Sait Kalangan II*
  • Lingkungan V Siantar Gunung Kelurahan Hutanabolon*
  • Desa Sigiring-giring* di Kecamatan Tukka
  • Desa Mardame, Kecamatan Sitahuis*

Selain itu, ada juga laporan bahwa 10 titik di Tapteng masih terisolir pasca banjir dan longsor, terutama di Kecamatan Tukka dan Lumut.

Khususnya di wilayah Tapanuli Utara ada Beberapa daerah yang terdampak adalah:

  • Kecamatan Adiankoting*: Desa Siantar Naipospos dan Desa Pardomuan Nauli masih terisolir
  • Kecamatan Parmonangan*: Desa Manalu Purba, Baturarimo, Purba Dolok, dan Hutajulu Parbalik masih terisolir

Longsoran di wilayah Tapanuli Utara, Sumatera Utara, telah menyebabkan kerusakan parah dan korban jiwa. Berdasarkan data yang dihimpun, 20 warga Tapanuli Utara meninggal dunia, 14 orang masih dinyatakan hilang, dan 3 orang mengalami luka-luka.

Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara terus melakukan upaya penanganan darurat, termasuk evakuasi, pencarian korban, dan distribusi bantuan. Namun, warga masih menyoroti lambatnya penanganan material longsor dan kurangnya transparansi anggaran.

Kayu limbah longsoran Tapteng akan diolah oleh pemerintah daerah dan dibagikan kepada masyarakat yang terdampak bencana. Bupati Tapteng, Masinton Pasaribu, mengimbau masyarakat untuk tidak mengolah kayu-kayu tersebut secara pribadi, apalagi untuk dijual kembali, karena itu dapat memicu ketidakadilan di tengah situasi darurat.

Pemerintah daerah berkomitmen mengolah setiap kayu yang tersedia agar dapat menjadi bahan bangunan atau kebutuhan lain bagi warga yang kehilangan rumah dan harta benda. Pengolahan kayu secara terpusat diharapkan dapat memastikan distribusi yang lebih adil dan tepat sasaran.

Melihat hal tesebut Mengapa pihak PKRI CADSENA TAPANULI dan PKRI CADSENA TAPA ULI bersisi keras karena hal ini jangan berlarut larut lagi. Agar limbah kayu longsoran tidak membusuk dan rusak.

Antisipasi Masyarakat diharapkan mendapatkan tanggapan dari unsur Muspika juga Lembaga eksekutif daerah disana. Ungkap Totop Troitua ST.

Pewarta/Bertua R. Tampubolon.

Filed in: Adventorial

Comments are closed.