BA²BE – BACA BACA BERITANYA: Pemain, Sutradara dan Produsen Film 1CM Pihak Rumah Produksi Kecewa. Dinas Pendidikan Lakukan Evaluasi.

PKRI INFO – TAPUT. Film “1 CM” diproduseri oleh Dedy Arliansyah Siregar, Paul Ginting, dan Dohardo Pakpahan.

Film “1 CM” menceritakan tentang dua kelompok anak-anak yang bermain perang-perangan untuk mempertahankan perbatasan sebuah negara yang tidak boleh tergeser bahkan 1 sentimeter pun. Mereka berjuang keras untuk menjaga wilayah mereka, namun persahabatan dan kerja sama membuat mereka belajar tentang arti sebenarnya dari perbatasan dan persatuan.

Film ini disutradarai oleh Dedy Arliansyah Siregar dan diproduksi oleh Lima Puluh Sembilan Vision. Film ini menceritakan tentang dua kelompok anak-anak yang bermain perang-perangan untuk mempertahankan perbatasan sebuah negara yang tidak boleh tergeser bahkan 1 sentimeterpun.

Dinas Pendidikan Tapanuli Utara melakukan evaluasi terhadap film “1 CM” karena adanya kontroversi terkait pemutaran film tersebut di sekolah-sekolah. Film ini diputar dengan harga tiket Rp20.000 per siswa, yang dianggap membebani orang tua siswa. Selain itu, ada pertanyaan tentang legalitas acara ini dan apakah sudah ada persetujuan dari dinas pendidikan.

Kepala Dinas Pendidikan Tapanuli Utara, Bottor Hutasoit, menyatakan bahwa evaluasi dilakukan karena ada perintah dari Wakil Bupati Tapanuli Utara untuk menghentikan sementara acara tersebut dan melakukan evaluasi. Dinas Pendidikan juga ingin memastikan bahwa acara ini tidak membebani siswa dan orang tua, serta memastikan bahwa film tersebut sesuai untuk anak-anak.

Hal ini dirasa menurut kepala dinas pendidikan bahwa produsen film seharusnya tidak hanya melakukan pelaporan dan permohonan kepada kepala dinas pendidikan. Melainkan secara propesional jauh lebih mengutamakan penyampaian atau permohonan dengan pendekatan kepada Pemilik eksekutif wilayah baik Bupati atau wakilnya dan sekda jika kepala eksekutif dan Wakil nya berhalangan untuk dapat ditemui.

Sehingga wajar jika ada beban yang di tawarkan sebesar Rp. 20.000 Rupiah yang merambat ke orang tua siswa hingga menjadi komentar parmitu mengatakan sateko tuak untuk dirumah batal demi membayar 20.000 untuk menonton film 1CM karena pengembalian sebesar 20.000 yang dipinjam atau dituangkan dengan janji dilunasi esok.

Kejaksaan belum mengeluarkan perintah reaksi resmi terkait permasalahan film “1 CM” di Tapanuli Utara. Namun, Kejaksaan Agung RI memiliki wewenang untuk menangani kasus-kasus yang terkait dengan pelanggaran hukum, termasuk hak cipta dan penipuan. Jika ada laporan atau pengaduan terkait permasalahan ini, Kejaksaan dapat melakukan penyelidikan dan mengambil tindakan sesuai dengan hukum yang berlaku.

Jika Anda ingin melaporkan permasalahan ini, Anda dapat menghubungi Kejaksaan Tinggi atau Kejaksaan Negeri di wilayah Tapanuli Utara untuk mendapatkan informasi lebih lanjut tentang prosedur dan dokumen yang diperlukan.

Ketua MB PKRI CADSENA mendukung kuat komentar apa yang kepala dinas pendidikan sebutkan dan meminta bupati melanjutkan rencana evaluasi

  • Keteledoran Pihak kepala sekolah
  • Apa motif yang ada antara produsen sutradara dan sekolah kepada para siswa.

Melihat keputusan kementerian pendidikan akan lima Hari sekolah A. Nababan yang mendapat informasi dari Pusat menganggap bahwa pemutaran film 1CM dilakukan pada hari Sabtu dan Minggu secara global ke seluruh siswa siswa sekolah sehingga film 1CM yang ditonton bersama sama oleh beberapa siswa dari beberapa sekolah lebih menambah semangat siswa juga menjadi pembelajaran pada waktu luang hari libur sekolah Sabtu dan Minggu.

Pewarta/A. Nababan.

Filed in: Ragam Kejadian

Comments are closed.