PWI-I, CYBER. PKRI. TAPTENG. Kisruh DPRD Tapteng VS Bupati Masinton Pasaribu, lagi panas banget sekarang Sept 2026. Pemicu Kisruh: Wacana Pemakzulan. Adalah 5 Fraksi di DPRD Tapteng wacanakan pemakzulan Bupati Masinton Pasaribu.
5 Fraksi itu, NasDem, Golkar, Gerindra, PAN, dan PKB
Alasan 5 Fraksi:* Serapan APBD 2026 rendah* – Hingga Agustus 2026 baru sekitar 30%, penanganan banjir & bantuan pascabencana lambat* – Tapteng terdampak banjir & longsor sejak Nov 2025, Dugaan penyelewengan anggaran* – Mengancam akan laporkan ke aparat hukum. Ranperda APBD tidak disahkan 2 tahun* – Akhirnya Bupati pakai Perkada sebagai dasar APBD.
Juru bicaranya: Hazmi Arif Simatupang Ketua DPC Gerindra Tapteng 2c24, Tanggapan Bupati Masinton Pasaribu.
Masinton dari PDIP tegas menolak mundur. Dia menuding wacana pemakzulan ini *muatan politik* sisa Pilkada 2024.
Katanya kelompok yang dorong pemakzulan dulu gagal “menskenariokan calon tunggal”.
Masinton juga kritik DPRD yang tidak bahas Perda tentang percepatan pembangunan pascabencana.
Wakil Ketua DPRD dari PDIP, *Disman Sihombing*, membantah data 30%. Katanya itu data Juni 2026 dan tender sudah jalan.
Kemendagri & Gubernur Turun Tangan, Karena memanas, Mendagri Tito Karnavian kirim tim khusus ke Tapteng untuk mediasi.
Gubernur Sumut Bobby Nasution juga minta konflik diselesaikan dulu. Jangan korbankan masyarakat korban banjir.
Update Terbaru, Fraksi Gerindra dikabarkan sudah tarik diri dari sikap bersama pemakzulan.
Ketua Umum PKRI Sebut banyak hal yang didapat dari banjir yang tentunya adalah bermanfaat juga memiliki harga, seperti kayu yang dapat dimanfaatkan serta berdaya jual serta beberapa sumber yang didapatkan dari CSR tentunya.
Sorotan Warga Warga kritik DPRD jangan bawa-bawa nama rakyat. Mahasiswa juga demo desak DPRD fokus ke dana PEN Rp70 miliar & proyek mangkrak.
Kesimpulan: Inti kisruhnya: DPRD 5 fraksi nilai kinerja Masinton lemah di anggaran & bencana → wacana pemakzulan. Masinton balik bilang ini politik balas dendam Pilkada.
Sekarang posisi “pending” karena sudah masuk tahap mediasi Kemendagri.
Saya ini pernah jadi DPR RI, kita mengertilah kebutuhan teman – teman DPRD ini dan kita juga kita ngerti kinerjanya gimana, “kompak – kompak sajalah, baik baik saja” ujar Masinton
Tapanuli Tengah ini butuh ketulusan kita untuk membangun daerah ini kembali dari keterpurukan, ayo kita sama2 saya dan wakil ini jalani amanah rakyat ini secara ikhlas, tidak mementingkan pribadi, tidak curang TIDAK KORUP, tidak menyakiti masyarakat, saya tidak niat ke tapteng, sejarah yang memanggil saya tapteng karena ingin perubahan ujar Masinton
Para pengikut tak pernah menyesal memilih Masinton karena yakin jujur dan tidak korup, cuma pak Masinton, dibereskanlah timnya yang #katanya suka bawa2 nama bupati untuk “silaturahmi” ke OPD – OPD sebut netizen.
Dengar pola suara masinton ini, beberapa sumber hanya mengatakan Jangan Pernah meyesal jadi Bupati Tapteng. Benar, bapak tak akan bisa memuaskan semua orang.
Terus berjuang dan tetap bersyukur serta semangat untuk menghadapi masyarakat disana yang butuh jiwa serta mental baja, namun tetap seorang pemimpin yang leader ship nya adalah bagaimana eksekutif pemerintah daerah. Ungkap Totop
Pewarta/Tua.
