CYBER- PKRI. TOBA. Program Jemput Bola penyempurnaan dan Pelayanan kemudahan Adminduk (Administrasi Kependudukan) yang dijalankan oleh Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Toba berhasil melayani ratusan warga di satu desa. Seperti yang terjadi di Desa Meranti Timur, Kecamatan Pintu Pohan Meranti pada Senin (25/5/2026).
Keuntungan dari pelayanan Adminduk bagi pemerintah adalah :
*Pelayanan Publik yang Efektif*: Adminduk memungkinkan pemerintah menyediakan pelayanan publik yang efektif kepada masyarakat, karena data kependudukan yang akurat dan terkini memudahkan pemerintah dalam mengambil kebijakan, perencanaan pembangunan, dan alokasi sumber daya yang tepat.
*Pengakuan Hukum atas Identitas Individu*: Dokumen kependudukan sah dan resmi, seperti KTP, akta kelahiran, dan akta perkawinan, menjadi bukti legalitas berbagai urusan administratif.
*Penyelenggaraan Pemilu yang Demokratis*: Data kependudukan digunakan untuk menyusun daftar pemilih dan memastikan hak suara setiap warga negara terdaftar dengan benar.
*Perencanaan Pembangunan yang Tepat*: Data kependudukan yang akurat dan lengkap menjadi dasar perencanaan pembangunan dan pelayanan publik.
*Meningkatkan Transparansi dan Efisiensi*: Implementasi Adminduk berbasis digital meningkatkan efisiensi, transparansi, dan partisipasi publik.
Selama satu harian penuh, petugas Disdukcapil Kabupaten Toba yang hadir di Kantor Desa Meranti Timur nyaris tidak punya waktu istirahat karena ramainya warga yang hadir untuk mengurus administrasi kependudukan.
“Mangido tolong majo Inang, molo nga sae mangan pintor karejoi hamu majo muse (Minta tolong Ibu, kalau sudah selesai makan siang langsung kerjakanlah dulu lagi),” kata warga kepada petugas Disdukcapil usai makan siang.
Meski tampak lelah dan gerah karena berada di dataran rendah dengan hawa panas, petugas dan beserta rombongan Disdukcapil terus menyusuri hingga sampai pada titik tujuan.
Bekerja menuntaskan berbagai administrasi kependudukan, saat itu belum dibuka namun dalam hitungan jari warga yang datang langsung memadati kantor desa. Kepadatan warga semakin memuncak saat setelah petugas dari Puskesmas Pintu Pohan Meranti menggelar pemeriksaan kesehatan gratis, ditambah dengan sosialisasi dari BPJS Ketenagakerjaan.
Kegiatan ini memang telah direncanakan namun pihak pemerintah eksekutif menolak diadakan komunikasi awal sehingga keadaan yang terjadi seakan akan tidak disengaja dan terkesan kegiatan Adminduk kepada warga masyarakat yang ada langsung dapat ikut dalam antrian periksa kesehatan.
Saat menjelang sore, proses pelayanan sempat tertunda karena listrik padam. Beruntung pihak desa dapat menyediakan genset sehingga layanan dapat dilanjutkan sampai pukul 18.00 WIB lewat. “Tenang Bapak-Ibu, kami sudah sampai di sini. Jauh-jauh kami dari Balige, enggak mungkin kami pulang kalau masih ada warga yang belum dilayani meski sudah di luar jam kerja. Sampai jelang malampun kami siap,” kata Kadis Dukcapil Kabupaten Toba, Hendra Butarbutar.
Selain di Desa Meranti Timur, Disdukcapil Kabupaten Toba juga melakukan Jemput Bola Pelayanan Adminduk ke beberapa desa lain, utamanya yang berjarak jauh dari Ibu Kota Kabupaten. “Yang sudah selesai Kecamatan Uluan, Kecamatan Ajibata, Kecamatan Pintu Pohan Meranti dan Kecamatan Silaen. Sementara yang sudah terjadwal untuk berikutnya Kecamatan Porsea, Kecamatan Lumban Julu dan Kecamatan Habinsaran,” kata Kepala Dinas Dukcapil menjelaskan. Beliau menambahkan bahwa program ini dijadwalkan berdasarkan permohonan camat dan akan berjalan hingga bulan Juli mendatang.
Adapun pengurusan administrasi pada pelaksanaan layanan kependudukan yang langsung dikerjakan oleh team yang berpengalaman pada bidang Disdukcapil khususnya di Desa Meranti Timur terdiri dari perekaman KTP Elektronik 23 orang, cetak KTP 49 orang, IKD (Identitas Kependudukan Digital) 17 orang, akta lahir 52 berkas, KK 52 berkas, KIA (Kartu Identitas Anak) 28 orang, akta kawin 9 berkas, akta kematian 4 berkas dan surat pindah 5 berkas.
Pewarta/Yoshnuary.
