Tekanan Permukaan Air Yang Tinggi Masuk Ke Wilayah Rumah Warga Disekitar Jembatan Cinta Pantai Mekar Muara Gembong

PKRI INFO – BEKASI. Pantai Mekar di Muara Gembong, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, memang terkenal dengan keindahan alamnya yang masih asri, terutama hutan mangrove dan pantai yang landai. Salah satu daya tarik di kawasan ini adalah *Jembatan Cinta*, sebuah jembatan kayu yang melintasi hutan mangrove dan menjadi spot foto favorit bagi pengunjung.

Jembatan Cinta ini merupakan bagian dari ekowisata mangrove di Pantai Mekar, yang menawarkan pengalaman menyusuri hutan bakau dengan perahu atau berjalan kaki di jembatan bambu.

Wisatawan dapat menikmati pemandangan alam yang indah, termasuk sunrise dan sunset yang memukau.

Pantai Mekar sendiri dapat dijangkau dengan perjalanan sekitar 2 jam dari Kota Bekasi atau 3 jam dari Jakarta. Akses ke pantai ini memerlukan perjalanan dengan perahu nelayan dari Kampung Beting, Muara Gembong, dengan biaya sekitar Rp20.000 per orang untuk pulang-pergi.

Fasilitas di Pantai Mekar masih tergolong sederhana, namun sudah cukup memadai untuk wisata keluarga. Pengunjung dapat menikmati berbagai aktivitas seperti berenang, bermain pasir, dan memancing. Selain itu, terdapat pula gazebo dan warung makan yang menyajikan kuliner khas laut.Pantai Mekar dan Jembatan Cinta Muara Gembong memang menjadi destinasi wisata yang populer di Bekasi, terutama bagi mereka yang ingin menikmati keindahan alam dan ketenangan.

Namun akhir akhir ini mendekati bulan Nopember kekuatan tinggi permukaan air menjadikan keresahan khusus. Hal ini juga dikarenakan adanya pemasangan Pagar laut yang dinilai menjadi hal utama terjadinya kenaikan level air laut Jembatan Cinta.

Ketua Cabang PKRI CADSENA Muara Gembong Saaman, menyatakan hal ini dalam rencana pembahasan Kepada Camat Muara Gembong dan Desa Pantai Mekar.

Berharap mendapatkan Perhatian Kementerian Kelautan juga Perhubungan dan Kementerian yang membidangi laut, ekosistem, dan keindahan alam di Indonesia yakni Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) bertanggung jawab atas pengelolaan sumber daya kelautan dan perikanan, termasuk konservasi ekosistem laut dan pesisir. Sementara itu,

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) fokus pada pengelolaan lingkungan hidup, termasuk keanekaragaman hayati dan ekosistem, serta pengelolaan hutan dan kawasan konservasi.

Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) yang bertanggung jawab atas pengembangan pariwisata, termasuk wisata bahari dan ekoturisme.

Jadi, secara umum, ketiga kementerian tersebut memiliki peran penting dalam membidangi laut, ekosistem, dan keindahan alam di Indonesia. Ungkap Saaman.

Pewarta/

Filed in: Ragam Kejadian

Comments are closed.