CYBER PKRI – SAMARINDA. Wali Kota Samarinda Andi Harun kembali merespons pernyataan Ketua DPRD Kaltim Hasanuddin Mas’ud (Hamas) terkait polemik bankeu, pokir, dan representasi dapil.
Dalam wawancara di Anjungan Balai Kota Samarinda, Selasa (11/8/2026), Andi Harun menilai pernyataan Hamas bukan sekadar keliru.
“Bukan cuma dangkal tapi sesat,” tegas Andi Harun.
Ia bahkan menyarankan Hamas kembali mempelajari dasar-dasar APBD dan pokok-pokok pikiran DPRD.
“Enggak usah banyak-banyak pintarnya, sedikit saja,” sentilnya.
Andi Harun juga membuka pintu bagi Hamas untuk berdiskusi atau bahkan mengikuti kelas yang ia ajar di sejumlah kampus.
“Kalau mau ikut di kelas saya, boleh,” katanya.
Tak berhenti di situ, Andi Harun mengingatkan bahwa pejabat publik harus terus belajar karena menyangkut kebijakan publik.
“Semakin jadi pejabat semakin harus belajar. Tidak boleh berhenti belajar.”
Ia bahkan meminta Hamas berbesar hati dan meralat pernyataannya jika memang terjadi kekeliruan.
Polemik bankeu dan pokir ini sebenarnya soal perbedaan tafsir, atau ada yang keliru memahami mandat dapil?
Pewaeta/Deroi
