
PKRI INFO – MADINA. Warga di Mandailing Natal, Sumatera Utara, mengamuk dan membakar kantor Polsek Muara Batang Gadis (MBG) karena merasa kekecewaan atas pelepasan tahanan narkoba oleh pihak kepolisian.
Mereka juga membalikkan satu unit mobil dinas polisi.
Warga Muara Batang Gadis, Mandailing Natal, Sumatera Utara, mengamuk dan membakar kantor Polsek MBG setelah terduga pengedar narkoba, Romadon, dilepaskan oleh pihak kepolisian. Massa juga membalikkan satu unit mobil dinas polisi.
Kejadian ini dipicu oleh penangkapan Romadon oleh warga Desa Singkuang karena diduga terlibat dalam peredaran narkoba. Namun, Romadon dilepaskan oleh pihak kepolisian, memicu kemarahan warga yang merasa penegakan hukum tidak berjalan sebagaimana mestinya.
Warga menuntut transparansi dan tindakan tegas terhadap peredaran narkoba di wilayah mereka. Kapolres Mandailing Natal, AKBP Arie Sofandi Paloh, menyatakan bahwa Romadon melarikan diri dari tahanan, bukan dilepaskan oleh polisi.Situasi di lokasi kejadian masih mencekam, dengan kerumunan massa yang masih bertahan di sekitar kantor Polsek yang terbakar. Pihak kepolisian telah mengkerahkan personil tambahan untuk meredam situasi dan melakukan pengamanan.
Kejadian ini dipicu oleh penangkapan seorang terduga pengedar narkoba yang kemudian dilepaskan oleh pihak kepolisian. Warga merasa tidak puas dengan tindakan ini dan menuntut transparansi serta tindakan tegas terhadap peredaran narkoba di wilayah mereka.
Situasi di lokasi kejadian masih mencekam, dan pihak kepolisian telah mengerahkan personil tambahan untuk meredam situasi.
Situasi ini memaksa KAPOLRI Jenderal Listyo Sigit Prabowo untuk Memeriksa dan turun ke lapangan Memeriksa keadaan dan segera menangani kembali Tahanan Narkoba yang dilepas dimaksud.
Sebagian Warga menyatakan agar demi keinginan Tahanan untuk kembali ke Tahanan maka keluarga Tahanan dijadikan Tahanan sebagai sandera.
Pewaeta/Farit.




