Viral! Netizen Beri Dukungan “Tulisan Bupati Sitaro dari Rutan Manado”. ” BA²BE BACA BACA BERITANYA”

PKRI CYBER – BITUNG. Dari balik ruang sempit di Rutan Manado, saya terus memikirkan satu pertanyaan yang sampai hari ini belum mampu dijawab dengan jelas oleh mereka yang menuduh saya: benarkah keadilan masih berjalan sebagaimana mestinya?.

CK mengunggah tulisan nya setelah ditahan oleh Kejati Sulut atas dugaan korupsi Dana Erupsi Gunung Ruang dan saat ini mendekap di Rutan Manado.

Berikut Postingan yang di lansir dari Fb @Chyntia Kalangit ,

Kepada Bapak Presiden Prabowo, Jaksa Agung, Ketua Komisi III DPR RI, Bapak Bahlil Ketum Golkar.

Saya dijadikan tersangka dengan tuduhan merugikan negara sebesar 22,5 miliar rupiah. Angka yang begitu besar. Angka yang menghancurkan nama baik, martabat, dan seluruh pengabdian saya sebagai seorang ibu dan pemimpin daerah. Tetapi yang membuat hati saya semakin terluka adalah ketika saya mengetahui bahwa angka kerugian negara itu disebut berdasarkan audit internal.

Saya terus bertanya dalam hati, apakah itu sudah sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku?

Bukankah selama ini masyarakat diajarkan bahwa penentuan kerugian negara seharusnya dilakukan oleh lembaga resmi yang memang diberi kewenangan oleh undang-undang, seperti BPK? Mengapa dalam perkara sebesar ini, yang dipakai justru audit internal? Mengapa dasar itulah yang kemudian dijadikan alasan untuk menetapkan saya sebagai tersangka?

Saya tidak sedang melawan hukum. Saya hanya ingin memahami mengapa proses ini terasa begitu cepat menjatuhkan kesimpulan, sementara penjelasan yang seharusnya terang justru terasa gelap dan penuh tanda tanya.

Saat saya bertanya kepada penyidik, saya berharap ada penjelasan yang menenangkan hati dan membuka terang atas semua tuduhan ini. Tetapi yang saya terima hanyalah senyum sinis dan jawaban yang menggantung. Seolah-olah pertanyaan saya tidak penting. Seolah status tersangka itu sudah cukup untuk membungkam suara saya.

Apakah seorang pejabat yang membantu rakyat saat bencana kini bisa ditetapkan bersalah hanya berdasarkan perhitungan yang masih dipertanyakan? Apakah audit internal sudah cukup kuat untuk menyatakan adanya kerugian negara sebesar itu tanpa melibatkan lembaga yang memang memiliki kewenangan konstitusional?

Saya hanyalah seorang ibu yang hari ini duduk di balik jeruji, mencoba memahami bagaimana pengabdian kepada masyarakat bisa berubah menjadi tuduhan pidana. Tidak ada satu sen pun uang bantuan yang masuk ke rekening saya. Semua bantuan disalurkan langsung kepada masyarakat korban Gunung Ruang. Tetapi nama saya kini seakan digambarkan sebagai pelaku kejahatan terhadap rakyat sendiri.

Yang paling menyakitkan adalah rasa tidak berdaya ketika hukum yang seharusnya memberi kepastian justru meninggalkan begitu banyak pertanyaan.

Saya percaya hukum harus ditegakkan. Tetapi hukum juga harus berdiri di atas keadilan, transparansi, dan dasar yang benar. Karena ketika sebuah kewenangan digunakan tanpa penjelasan yang utuh, rakyat kecil akan mulai takut bahwa siapa pun bisa dituduh, bahkan ketika mereka merasa tidak melakukan apa yang dituduhkan.

Malam ini, dari balik dinginnya rutan, saya hanya berharap masih ada telinga yang mau mendengar, masih ada hati yang mau melihat persoalan ini dengan jernih, dan masih ada keberanian untuk menempatkan keadilan di atas segalanya.

Sumber : Admin Chyntia Kalangit

Sementara itu, Masyarakat Kepulauan Sitaro tampak tidak tinggal diam melihat pemimpin mereka menghadapi cobaan tersebut.

Pantauan Sulut Times, platform media sosial Facebook dipenuhi dengan komentar-komentar penguatan yang menunjukkan kedekatan emosional antara rakyat dan pemimpinnya.

Kekuatan doa juga menjadi elemen dominan dalam narasi dukungan warga. Sebagian besar netizen mengajak sesama untuk tetap tenang dan menyerahkan segala proses hukum yang sedang berjalan kepada pihak yang berwenang, sembari tetap memanjatkan doa terbaik bagi keselamatan dan keadilan untuk Chyntia Kalangit.

​Berikut adalah beberapa petikan komentar dukungan yang viral di media sosial:

Marlina Batalipu Bahar Punengo:

“Kalau menurut saya ibu Chyntia Kalangit hanya di jadikan kambing hitam saja, yang sabar Bu. Jika benar ibu tidak melakukan kejahatannya yang di tuduhkan kepada ibu, cepat atau lambat pasti akan terungkap kebenarannya. Tetap semangat dan selalu mengandalkan Tuhan Bu.”

Kurniawan Horman:

“Bagi saya ibu tetap yang terbaik. Nurani saya memastikan bahwa ibu bukan pelaku kejahatan. Dan saya yakin kebenaran tak dapat dibungkam. Ia punya cara sendiri untuk menampilkan KEBENARANNYA.”

​Buser Pangllu:

“Berdoa ibu pasti ada mujizat Tuhan yng akan terjadi pesan saya carilah pendamping hukum yng ingin benar benar mati membela ibu dalam menghadapi ujian ini dan tetap berdoa jangan mengeluh karna proses hidup yang di uji Tuhan kepada ibu dan keluarga semua akan indah pada waktunya.”

Maria Bawekes:

“Tetap Semangat ibu. Kebenaran selalu mendapatkan jalan Keluar. Seribu tangan menjatuhkanmu tapi ada 1 tangan Tuhan yang akan menolongmu. Tetap percaya dan bersandar pada Tuhan.”

Pewarta/Annerudin.

Filed in: Adventorial

Comments are closed.