
Dalam suasana hangat dan penuh keakraban, keduanya berbincang mengenai berbagai hal, termasuk pentingnya menjaga persatuan, melestarikan budaya, serta merawat nilai-nilai kearifan lokal sebagai bagian dari kekuatan bangsa.
Berasal dari Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat, Panglima Jilah dikenal sebagai tokoh yang dihormati atas konsistensinya dalam memperjuangkan hak-hak masyarakat adat, serta melestarikan budaya Suku Dayak di seluruh Pulau Kalimantan termasuk yang berada di Malaysia dan Brunei Darussalam.
*Visi Misi Pemersatu dan Kearifan Bangsa* itu biasanya jadi tema/framing untuk organisasi, komunitas, sekolah, atau parpol biar fokus ke 2 hal: *nyatuin orang* + *jaga nilai luhur bangsa*. Ini contoh kerangkanya VISI* Menjadi kekuatan pemersatu bangsa yang berakar pada kearifan lokal untuk mewujudkan Indonesia maju, berkeadilan, dan beradab.”*
Kata kuncinya: *Pemersatu* = Lawan dari perpecahan, SARA, polarisasi *Kearifan Bangsa* = Nilai Pancasila, gotong royong, musyawarah, Bhinneka Tunggal Ika, adat istiadat *Tujuan Akhir* = Maju, adil, beradab
MISI *Memperkuat Persatuan dalam Keberagaman*
Membangun dialog antar-suku, agama, ras, golongan. Menolak ujaran kebencian & politik identitas. Meneguhkan Bhinneka Tunggal Ika.sangat penting dan baik untuk pembina dan membangun jiwa metal dan karakter bangsa.
*Melestarikan dan Mengaktualisasikan Kearifan Lokal* Mengangkat nilai gotong royong, tepo seliro, musyawarah mufakat, dan budaya daerah agar relevan dengan tantangan zaman sekarang.
*Meningkatkan Wawasan Kebangsaan & Cinta Tanah Air* Melalui pendidikan, literasi sejarah, dan kegiatan sosial agar generasi muda punya rasa memiliki terhadap NKRI.
*Mewujudkan Keadilan Sosial & Pemberdayaan Masyarakat* Pastikan pembangunan merata, tidak ada yang tertinggal. Kearifan bangsa juga soal peduli sesama.
*Menjadi Teladan Beretika dan Berintegritas*
Menjunjung tinggi nilai Pancasila, UUD 1945, dan etika dalam bertindak. Karena pemersatu harus mulai dari diri sendiri.
*Intinya*: Visi misinya itu “menyatukan” pakai “cara orang Indonesia”, bukan cara impor.
Pewarta/Totop.
Source sekretariat.kabinet
