PKRI INFO – BANGGAI. Pemerintah Kabupaten Banggai memiliki program kerja untuk mengatasi krisis air dengan membangun waduk. Ini adalah salah satu upaya untuk menangani dampak kekeringan di sejumlah areal persawahan dan meningkatkan ketersediaan air bersih bagi masyarakat.
Beberapa program yang sedang dilaksanakan antara lain:
- *Pembangunan Waduk*: Pemerintah Kabupaten Banggai sedang membangun waduk untuk meningkatkan ketersediaan air bersih dan mengatasi kekeringan.
- *Pengembangan Sarana Prasarana Air Bersih*: Pemerintah juga fokus pada pengembangan sarana prasarana air bersih untuk meningkatkan akses masyarakat terhadap air bersih.
Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Banggai juga menyoroti penanganan darurat masalah krisis air bersih dan menyarankan agar pemerintah daerah fokus pada pengembangan sarana prasarana air bersih daripada membangun fasilitas lain yang kurang prioritas.
Rencana Amiruddin Tamoreka terkait pembangunan waduk di Kabupaten Banggai pada tahun 2027 adalah melanjutkan proyek yang sudah dimulai. Pada tahun 2026, pemerintah daerah akan fokus pada perencanaan teknis dan studi tiru ke Batam untuk membangun waduk air bersih. Waduk ini akan memanfaatkan tiga sumber mata air di Kota Luwuk, yaitu Uwe Sangkolong, Bulakan, dan Lopon, dengan anggaran sekitar Rp 46 miliar. Namun bisa saja diluar nilai tersebut sebab melihat tahun kebutuhan akan harga barang saat itu nantinya.
Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Banggai merespons positif rencana Bupati Banggai, Amirudin Tamoreka, untuk membangun waduk pada tahun 2027. Ketua Komisi III DPRD, Suprapto, meminta PDAM dan Dinas PUPR membuat perencanaan yang komprehensif terkait penanganan masalah sumber daya air.
Beberapa anggota DPRD juga mendukung rencana ini, seperti Ketua Komisi II, Irwanto Kulap, yang menilai pembangunan waduk sebagai langkah konstruktif untuk mengatasi krisis air di masa depan. Wakil Ketua I DPRD, I Putu Gumi, juga mendorong pemerintah daerah untuk lebih kreatif dalam mengelola sumber daya air, termasuk pemanfaatan danau dan pembangunan embung.
Rencana pembangunan waduk ini bertujuan untuk memenuhi kebutuhan air bersih dan irigasi pertanian, terutama di wilayah Luwuk Selatan yang sering mengalami krisis air bersih. Pemerintah daerah telah menyiapkan anggaran sekitar Rp 46 miliar untuk proyek ini pada tahun 2026.
Pembangunan waduk ini bertujuan untuk memenuhi kebutuhan air bersih, terutama di wilayah Luwuk Selatan yang sering mengalami krisis air bersih. Selain itu, waduk ini juga diharapkan dapat meningkatkan ketersediaan air irigasi untuk pertanian, sehingga dapat membantu meningkatkan produksi pangan di daerah tersebut.
Amiruddin Tamoreka juga telah menegaskan komitmennya untuk mengambil langkah strategis dalam mengatasi persoalan kekeringan yang mengancam sejumlah sentra produksi padi di daerah tersebut. Dengan demikian, pembangunan waduk ini diharapkan dapat menjadi solusi jangka panjang untuk mengatasi krisis air di Kabupaten Banggai.
Masyarakat menilai bahwa tujuan ini sudah tepat untuk dianggarkan dan di setujui oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kab Banggai.
Pewarta/Aisa Umar SIP

