PKRI INFO – HONGKONG. PKRI CADSENA HK sebut pagelaran budaya Indonesia yang telah mampu mempereat hubungan Indonesia dan Hongkong adalah sebuah tujuan yang sama dengan rencana untuk kedepannya Indonesia dan Hongkong.
Kolaborasi pentas budaya Indonesia di manca negara Hongkong, dijadwalkan pada tanggal 29 Maret 2026. Adapun peserta dari beberapa organisasi pilihan nanti akan menerima sertifikat dari pemerintah HK.
PKRI CADSENA HK mendapat kehormatan mewakili pentas budaya dengan menampilkan seni tari adat NTT.
Pagelaran budaya Indonesia di Hongkong yang diselenggarakan oleh PKRI CADSENA Hongkong sangat menarik perhatian!
Pada tahun 2024, Indonesia menampilkan berbagai tarian tradisional dan pertunjukan angklung di Hong Kong Flower Show (HKFS) 2024, yang berlangsung pada 24 Maret 2024. Penampilan ini menampilkan kekayaan budaya Indonesia, dengan tarian dari Sumatera Utara, Sumatera Barat, DKI Jakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Bali.
Tarian kolosal yang diiringi lagu Gemu Fa Mi Re asal NTT menjadi penutup acara yang spektakuler. Penampilan ini disaksikan langsung oleh Duta Besar Indonesia untuk RRT Djauhari Oratmangun, Konsul Jenderal RI Hong Kong Yul Edison, serta Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Nusa Tenggara Timur Bobby Lianto.
Pimpinan PKRI Hongkong Eti Kristini SPsi., CPLA. menyampaikan juga Kesertaan Pemerintah Hongkong dan juga menyambut dengan memberikan Sertifikat penghargaan kepada Organisasi yang terpilih dalam semarak Budaya Indonesia di Hongkong pada tanggal 39/03/2026.
Pemerintah Hongkong juga menyebut kegiatan ini dapat diadakan secara kontinius sehingga Hongkong dan Indonesia tetap terjalin keakraban antara negara-negara.
HKFS adalah salah satu pameran paling populer di Hong Kong, dengan kehadiran ratusan ribu pengunjung setiap tahunnya.
Eti Kristini SPsi CPLA yakin dukungan pemerintah Hongkong akan Kegiatan ini menjadi fokus utama negara Indonesia untuk Hadir dalam kegiatan ini nantinya dengan dihadiri oleh puluhan team kementerian Kebudayaan dan Pariwisata juga Kementrian Pendidikan serta Rombongan Presiden Republik Indonesia.
Pemerintah HK tidak pernah melarang terhadap munculnya organisasi WNI di negara HK, namun dalam berkegiatan tetap harus menjunjung tinggi nilai budaya lokal serta tidak melanggar aturan yang sudah di tetapkan di negara HK, dan kebijakan untuk aturan pemerintah Hongkong yakni dilarang jual beli atau mengadakan pendanaan yang bersifat bisnis dan anti Diskriminasi.
Penampilan seni dan budaya Indonesia ini tidak hanya mempromosikan kekayaan budaya Indonesia, tetapi juga mempererat hubungan antara Indonesia dan Hong Kong.
Eti Kristini SPsi CPLA berharap Presiden Republik Indonesia Dan Wakil Presiden Republik Indonesia memberikan support yang dapat membantu pelaksanaan kegiatan ini, hal ini dikarenakan kegiatan ini telah dilakukan juga sebelum nya tanggal 29/03/2024 kini direncanakan tanggal 23/03/2026.
Pewarta/Eti Kristini SPsi CPLA.

