Ketum PSI Kaesang Hadiri Dalam Perayaan Paskah “mengangkat tema Pemuda Pembawa Perdamaian,” BA²BE BACA BACA BERITANYA.

POLSUSWASKIANA- JAKARTA,  7 April 2026 —Partai Solidaritas Indonesia (PSI) menggelar perayaan Paskah untuk pertama kalinya di Balai Sabrina dengan suasana sederhana namun penuh makna. Acara yang berlangsung di Jakarta ini dihadiri oleh berbagai kalangan, mulai dari tokoh agama, pimpinan organisasi, hingga kader lintas daerah.

Sejumlah tamu datang tidak hanya dari wilayah Jakarta, tetapi juga dari Bekasi, Tangerang, hingga luar kota seperti Bengkulu. Kehadiran mereka mencerminkan tingginya antusiasme serta semangat kebersamaan dalam perayaan tersebut.

Ketua Umum PSI, Kaesang Pangarep, turut hadir meskipun dalam kondisi kurang sehat. Kehadirannya menjadi perhatian tersendiri, mengingat ia tetap memaksakan diri untuk mengikuti rangkaian acara Paskah perdana partai tersebut.

Dalam sambutannya, Grace Natalie Louisa menyampaikan apresiasi kepada seluruh tamu undangan, termasuk para pendeta, romo, serta sejumlah tokoh organisasi seperti pimpinan Jaringan Pemuda dan GMKI yang turut hadir.

Perayaan ini menjadi momentum penting bagi PSI karena untuk pertama kalinya partai tersebut secara resmi menggelar kegiatan Paskah. Menariknya, seluruh rangkaian acara dipersiapkan oleh panitia lintas agama, mulai dari Kristen, Katolik, hingga Muslim.

“Kami hidup dalam keberagaman, merawat toleransi, dan merayakannya bersama-sama,” ujar salah satu perwakilan panitia dalam sambutannya.

PSI menegaskan bahwa komitmen terhadap toleransi tidak hanya diwujudkan dalam kegiatan seremonial keagamaan, tetapi juga dalam kebijakan politik. Partai tersebut mengklaim telah memberikan ruang bagi kelompok minoritas untuk terlibat dalam kontestasi politik, termasuk sebagai calon legislatif.

Disebutkan bahwa lebih dari 50 persen kader yang diusung berasal dari kelompok yang kerap dianggap minoritas. Sejumlah di antaranya bahkan telah terpilih menjadi anggota legislatif dan aktif memperjuangkan kebijakan berbasis toleransi di daerah masing-masing.

Dalam kesempatan itu juga disinggung masih adanya tantangan dalam kebebasan beribadah di Indonesia. Beberapa komunitas disebut masih menghadapi kendala dalam memperoleh izin tempat ibadah, sehingga harus menggunakan ruko atau fasilitas umum secara terbatas.

PSI berharap ke depan semakin banyak kader yang terlibat dalam dunia politik untuk memperjuangkan nilai-nilai toleransi, keadilan, dan kebebasan beragama di tingkat legislatif maupun eksekutif.

Perayaan Paskah ini diharapkan menjadi awal dari komitmen berkelanjutan PSI dalam merawat keberagaman di Indonesia.

Pewarta/Dippos-Totop

Filed in: Uncategorized

Comments are closed.