CYBER-PKRI. PWI/I. Kisah Maruli Siahaan Purnawirawan Perwira Polri Dari Reserse Poltabes Medan Hingga Melangkah Ke Senayan Sebagai Anggota DPR RI.
Keberhasilan menembus kursi DPR RI di Senayan setelah mengawali pengabdian dari tingkatan Bintara polisi menjadi bukti nyata kegigihan pria kelahiran Siborongborong bernama Maruli Siahaan.
Lahir di Tapanuli Utara pada 3 April 1961, Maruli Siahaan mengawali langkahnya di dunia kepolisian dengan penuh kesederhanaan usai menuntaskan Sekolah Bintara Polri pada tahun 1982.
Titik rendah dan awal karier Maruli Siahaan dimulai saat beliau bertugas sebagai Bintara Diskomlek Polda Sumut dengan pangkat Sersan Dua serta harus meniti tugas lapangan yang berat di tingkat bawah.
Kegigihan serta keberaniannya di lapangan membawa Maruli Siahaan terus mengasah ilmu hukum hingga lulus Sekolah Secapa Polri di Sukabumi pada tahun 1991 dan dipercaya memimpin unit reserse di Poltabes Medan.
Titik balik besar dalam perjalanan kariernya terjadi ketika kepemimpinan serta ketegasannya mengawal penegakan hukum diakui hingga Maruli Siahaan dipercaya menduduki jabatan strategis sebagai Kasat Reskrim Poltabes Medan pada tahun 2002.
Karier kepolisiannya terus melambung pesat melalui berbagai penugasan di Bareskrim Polri, Polda Jatim, hingga menjabat Wadirreskrimsus dan Kabidkum Polda Sumut dengan pangkat Komisaris Besar Polisi.
Puncak pengabdian politiknya terukir indah saat Maruli Siahaan resmi dilantik sebagai Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia Pengganti Antar Waktu mewakili daerah pemilihan Sumatera Utara I pada 18 Februari 2025.
Di balik deretan penugasan reserse yang penuh tantangan dan padatnya agenda di Senayan, sisi humanis Maruli Siahaan terpancar kuat dari kehangatan rumah tangganya bersama istri tercinta, Betty br Simanjuntak, beserta keempat buah hati mereka serta semangatnya meraih gelar Doktor di Universitas Brawijaya.
Keteladanan Maruli Siahaan dari seorang bintara polisi di daerah hingga menjadi perwira menengah dan wakil rakyat di Senayan menjadi bukti nyata bahwa kerja keras dan pendidikan mampu mengubah jalan hidup seseorang.
Pewarta/Tua.
