Berita PT HWR (Hakian Wellem Rumansi)* di Ratatotok, Minahasa Tenggara. lagi panas di Sulut. “BA²BE BACA BACA BERITANYA”

CYBER-PKRI. PWI/I. Heboh kejadian di RS Siloam yang mengakibatkan Kematian Sulut spaya saling dorong saat mencari tersangka. *Target:* Kejati Sulut mau jemput *Elisabet Laluyan alias Ci Gin*, tersangka baru kasus dugaan korupsi tambang PT HWR. Kerugian lingkungan ditaksir *Rp 11,049 Miliar*

Penggeledahan di RS:* Tgl 15 September 2026 malam, Tim Penyidik Kejati Sulut melakukan penggeledahan terkait keberadaan Elisabet di *Rumah Sakit Siloam Manado*. Saat itu Ci Gin disebut sedang dirawat.

Kenapa saling dorong:* Info di lapangan, penyidik mau memastikan tersangka tidak kabur dengan alasan sakit, sementara pihak keluarga / kuasa hukum bertahan bahwa yang bersangkutan sakit dan tidak bisa ditahan di Rutan. Situasi memanas, terjadi adu mulut dan saling dorong antara penyidik dengan keluarga di area RS. Itu yang viral “ketegangan di Siloam”. cfdb13a1.

Hasilnya: Kejati resmi tetapkan Ci Gin tersangka 15/9/2026: “Berdasarkan alat bukti yang telah dikumpulkan, Tim Penyidik telah memperoleh sekurang-kurangnya dua alat bukti yang sah”

Diduga menambang 5 hektare di dalam konsesi IUP PT HWR, padahal lahan masih sengketa kasasi dengan Barang bukti disita: *Uang tunai Rp 3,2 Miliar, emas 84 gram + 5 gram, dan 1 unit crusher*

Karena kondisi kesehatan di Siloam, tidak ditahan di Rutan tapi *dikenakan tahanan kota*: “Keputusan tersebut diambil atas pertimbangan kemanusiaan karena tersangka Ci Gin saat ini dalam keadaan sakit”

Kejati bilang penyidikan bukan karena tekanan publik, tapi murni alat bukti: “Tim Penyidik Kejati Sulut memastikan proses penanganan perkara PT HWR akan terus dilakukan secara profesional, transparan dan berdasarkan alat bukti” cd64

Jadi cerita “saling dorong” itu buntut dari penyidik yang memaksa masuk RS Siloam untuk mengamankan tersangka yang berdalih sakit, bukan kesengajaan yang terjadi saat itu., akibat banyaknya massa di RS Siloam.

Pewarta/Tua-Aneruddin.

Filed in: HUMAS POLRI

Comments are closed.