CYBER – BANGKA BELITUNG — Aroma busuk dugaan permainan mafia lahan yang terketuk dan terus dinikmati hasil sumber daya alam negara dengan jenis galian A yang tentunya timah sebagai sumber alam Bangka Belitung.
Kini kasus yang terjadi kali ini adalah temuan kejahatan yang kembali menyeruak di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Kali ini, sorotan tajam publik mengarah pada dugaan keterlibatan oknum anggota satuan kepolisian. Ketiga oknum satuan itu kemudian di tahan oleh kepolisian polda bangka belitung dengan pelanggaran etik kepolisian dan pidana hukum dalam tindak pidana kasus perampokan atau mengambil balok timah di sebuah smelter kawasan Sungailiat yang nilainya ditaksir mencapai miliaran rupiah.
Informasi yang berkembang di lapangan menyebutkan, tiga oknum aparat berinisial Id, Dnd, dan Alm diduga ikut terseret dalam pusaran kasus yang kini tengah ditangani aparat penegak hukum profesi dan pengamanan kode etik menurut keterangan kepolisian polda bangka belitung.
Kabar diamankannya ketiga nama tersebut langsung memicu kegaduhan dan reaksi keras masyarakat. yang tentunya merasa kecewa dan juga merasa tidak terima dari aksi sikat angkat yang pelakunya pihak penegak hukum atau polisi yang seharusnya menjadi pelindung pengayom dan pelayanan kepada masyarakat. Rabu (20/5/2026).
Kasus ini dinilai bukan lagi sekadar aksi kriminal biasa. Modus yang digunakan para pelaku disebut terorganisir dan terencana. dan masih menjadi tanda tanya kemana balok balok timah tersebut ditempatkan atau dipindahtangankan ke pihak pemilik kuasa tambang.
Masyarakat mengharap agar hukuman yang dijatuhkan pantas diterima.
Apakah hukuman penasaran lebih pantas dikenakan? karena ada kecurigaan bahwa balok balok timah itu tentunya di titip atau di jual kepada perusahaan. sehingga dapat dikatakan sebagai Oknum Polisi Bekerjasama dengan penadah.
Ratusan balok timah hasil peleburan diduga berhasil digasak setelah para penjaga malam lebih dulu dilumpuhkan dan tidak mampu melakukan perlawanan. Kondisi itu memunculkan spekulasi kuat adanya pihak yang memahami detail sistem keamanan hingga alur keluar masuk barang di lokasi kejadian sehingga melancarkan niat jahat.
Publik mempertanyakan bagaimana aksi sebesar itu bisa berlangsung mulus tanpa dugaan adanya jaringan kuat yang bermain di belakang layar. Dugaan keterlibatan aparat justru membuat perkara ini semakin serius dan memukul citra institusi penegak hukum di mata masyarakat.
Di tengah maraknya praktik tambang dan perdagangan timah ilegal di Babel, kasus ini dianggap menjadi potret nyata betapa kuatnya dugaan jaringan mafia timah yang selama ini sulit untuk tersentuh dan disentuh hukum. Masyarakat kini mendesak agar pengusutan dilakukan secara terbuka dan tidak berhenti pada ketiga pelaku yang ditangkap tapi dilakukan pengembangan penyelidikan untuk lebih lanjut sehingga oknum polisi lainnya juga ditangkap dan menerima hukuman nya.
Jika benar ada oknum aparat yang terlibat, maka tindakan tegas tanpa pandang bulu wajib dilakukan demi menyelamatkan marwah institusi. Publik yakin akan kewajiban penegak hukum dan memberikan support keberanian kepada aparat untuk memberikan santai PDTH dan memberikan Tuntutan hukum setimpal seperti KUHP 363 atau yang lebih berat lagi.
Dalam tahap saat ini kepolisian tentu masih mendalami dan pasti akan menambah lagi tersangka lainnya yang juga merupakan anggota kepolisian, Masyarakat berharap kasus ini dapat membongkar aktor utama di balik dugaan praktik hitam timah yang selama ini disebut-sebut terus tumbuh subur di Negeri Serumpun Sebalai. (/*)

