POLSUSWASKIANA – SAMARINDA. Selasa. 01/04/2025. Kebakaran hebat melanda gedung sekolah bertingkat di SMPN 2 Samarinda, Kalimantan Timur, Selasa (1/4/2026) sore. Sedikitnya delapan ruang kelas dilaporkan hangus terbakar.
Pada peristiwa yang terjadi di Jalan KH Ahmad Dahlan tersebut. Asap hitam pekat tampak membumbung tinggi dari area sekolah, Kebakaran berawal saat api dengan cepat melahap bagian atap dan plafon bangunan yang didominasi material kayu.
Kepala SMPN 2 Samarinda, Misradianto, mengatakan api pertama kali terlihat dari salah satu ruang kelas di lantai dua.menurut keterangan dan informasi yang didapat.
“Saat itu tiba-tiba api membesar di kelas 7 pojok atas lantai dua. Kami sudah panik dan tidak bisa berbuat apa-apa karena api sudah besar, sehingga kami langsung menghubungi pemadam kebakaran,” ujar Misradianto, Selasa.
Misradianto memastikan tidak ada siswa yang berada di lokasi saat api berkobar. Kebakaran tersebut terjadi sekitar 20 menit setelah aktivitas belajar mengajar di sekolah selesai.
“Anak-anak sudah pulang semua. Sekitar 20 menit setelah mereka pulang, baru api membesar,” katanya. Ia menjelaskan bahwa titik awal api berasal dari ruang kelas 7-1 yang terletak di pojok lantai atas, kemudian merembet dengan cepat ke beberapa ruangan lain di sekitarnya.
“Awalnya dari kelas 7-1 di pojok, lalu menjalar ke deretan kelas 8. Total ada delapan ruangan yang terdampak dan mengalami kerusakan,” ucap Misradianto.
Dugaan Korsleting Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Samarinda, Hendra AH, menyebut pihaknya menerima laporan kejadian sekitar pukul 15.20 Wita. Petugas langsung mengerahkan unit dari tiga posko untuk memadamkan api agar tidak menjalar ke bangunan lain.
“Begitu mendapat informasi dari puskom, kami langsung menurunkan unit dari tiga posko untuk menangani kebakaran di SMPN 2 Samarinda,” kata Hendra. Berdasarkan pemeriksaan sementara, sebanyak delapan ruang kelas di lantai dua mengalami kerusakan parah, terutama pada bagian atap. Hendra menyebut korsleting diduga menjadi pemicu awal kebakaran tersebut.
“Untuk sementara, dugaan awal dari informasi pihak sekolah adalah korsleting listrik. Namun, penyebab pastinya masih menunggu hasil penyelidikan kepolisian,” ujarnya. Api berhasil dipadamkan sepenuhnya setelah petugas mengerahkan sedikitnya tujuh unit mobil pemadam kebakaran. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, namun kerugian material diperkirakan cukup besar
Pewarta/Aisyah-Totop.

