PWI-I. CYBER PKRI. JAKARTA. 21 Agustus 2026]* — Perkumpulan Pemimpin dan Tokoh Kristen Bersatu atau *PEMKRIS* secara resmi dideklarasikan hari ini. Organisasi kemasyarakatan ini digagas sebagai wadah berhimpun para pemimpin dan tokoh Kristen dari berbagai denominasi untuk memperkuat peran gereja dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Deklarasi berlangsung di Jakarta dan dihadiri ratusan tokoh gereja, akademisi, aktivis sosial, serta perwakilan lintas agama.
*Tujuan Pembentukan PEMKRIS* Dalam sambutannya, Ketua Umum PEMKRIS terpilih menegaskan bahwa organisasi ini lahir dari keprihatinan terhadap tantangan sosial, politik, dan moral yang dihadapi bangsa.
*”PEMKRIS hadir bukan untuk politik praktis, tapi untuk menjadi jembatan kasih, suara kenabian, dan mitra pemerintah dalam menjaga Pancasila, NKRI, dan kerukunan umat beragama,”* ujarnya.
Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh, Shalom,_Salam Sejahtera bagi kita semua,_Om Swastiastu, Namo Buddhaya, Salam Kebajikan_
*Yang saya hormati dan saya banggakan:* Para Tokoh Agama, Pimpinan Sinode dan Gereja se-Indonesia Bapak/Ibu Pejabat Pemerintah Pusat dan Daerah Para Tokoh Adat, Tokoh Masyarakat, dan Mitra Lintas Agama Seluruh Pengurus, Anggota, dan Hadirin yang saya kasihi dalam Tuhan
Pertama-tama mari kita panjatkan puji dan syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Kuasa. Karena kasih dan tuntunan-Nya, hari ini kita dapat berkumpul di tempat ini dalam keadaan sehat untuk sebuah sejarah baru: *Deklarasi resmi Perkumpulan Pemimpin & Tokoh Kristen Bersatu – PEMKRIS.*
Hadirin yang saya hormati, *Mengapa PEMKRIS harus lahir hari ini?*
Bangsa kita sedang menghadapi tantangan besar. Hoaks memecah belah. Ketimpangan sosial masih ada. Nilai-nilai kebangsaan kadang diuji. Di tengah itu, gereja dan para pemimpin Kristen dipanggil bukan untuk diam. Kita dipanggil untuk menjadi *”garam dan terang dunia”*. Bukan untuk mencari kuasa, tapi untuk melayani. Bukan untuk memecah, tapi untuk mempersatukan.
PEMKRIS lahir dari 3 kerinduan besar: *Pertama, Kerinduan akan Persatuan.* Selama ini suara kita terpecah-pecah. Dengan PEMKRIS, lintas denominasi, lintas suku, lintas wilayah kita duduk satu meja. Karena di atas semua label, kita adalah anak-anak bangsa yang mengasihi Indonesia.
*Kedua, Kerinduan akan Kontribusi Nyata.* PEMKRIS tidak akan jadi “club elit”. Kita akan turun ke bawah. Memberdayakan UMKM jemaat. Mendirikan sekolah dan klinik. Tanggap bencana. Mendampingi korban ketidakadilan. Iman tanpa perbuatan adalah mati.
*Ketiga, Kerinduan akan Kerukunan.* Kami tegaskan: PEMKRIS adalah mitra pemerintah dan mitra semua umat beragama. Komitmen kami satu: Menjaga Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika. Kita berbeda iman, tapi satu cita-cita: Indonesia yang damai dan sejahtera.
Hadirin yang saya kasihi, Ke depan PEMKRIS akan fokus pada 3 Pilar Gerak : 1. *Pilar Kerohanian*: Menguatkan kapasitas pemimpin dan pemuda gereja 2. *Pilar Kebangsaan*: Menjadi jembatan dialog dan mitra kritis yang membangun 3. *Pilar Kemanusiaan*: Hadir untuk yang kecil, yang lemah, yang terluka
Saya mengajak seluruh jajaran PEMKRIS di 38 provinsi: Mari bekerja dengan hati. Jauhi politik praktis. Jauhi perpecahan. Jadilah pemimpin yang melayani seperti teladan kita.
Terakhir, saya mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung lahirnya PEMKRIS. Khusus kepada pemerintah, TNI, Polri, dan para tokoh lintas agama yang hari ini hadir. Ini bukti bahwa Indonesia kuat karena kita bersatu.
*Dengan mengucap “Tuhan Memberkati Indonesia”, maka Perkumpulan Pemimpin & Tokoh Kristen Bersatu – PEMKRIS, dengan ini resmi kami deklarasikan.* Tuhan memberkati kita semua. Tuhan memberkati kita
Tiga fokus utama PEMKRIS ke depan: *Bidang Sosial*: Pemberdayaan UMKM, pendidikan, kesehatan, dan tanggap bencana *Bidang Kebangsaan*: Menjadi mitra dialog pemerintah dalam isu toleransi, hukum, dan demokrasi *Bidang Kerohanian*: Penguatan kapasitas pemimpin gereja dan pemuda Kristen
*Struktur Pengurus* Kepengurusan PEMKRIS periode 2026-2031 terdiri dari para tokoh lintas sinode dan wilayah. Dewan Pembina diisi oleh para uskup, pendeta senior, dan tokoh masyarakat.
*Respon Tokoh Lintas Agama* Perwakilan dari tokoh lintas agama yang hadir menyambut baik deklarasi PEMKRIS. *”Kami melihat PEMKRIS sebagai mitra strategis dalam merawat kebhinekaan. Perbedaan adalah kekuatan kita,”* kata salah satu tokoh.
Dengan deklarasi ini, PEMKRIS diharapkan menjadi rumah besar bagi seluruh pemimpin dan tokoh Kristen untuk bersinergi membangun Indonesia yang damai, adil, dan sejahtera.
Saya berharap PEMKRIS menjadi wadah kebersamaan bagi para pemimpin dan tokoh Kristen untuk menyampaikan gagasan yang positif dan konstruktif kepada para pemimpin bangsa, sekaligus menghadirkan program-program nyata bagi gereja, masyarakat, dan Indonesia.
PEMKRIS adalah gerakan lintas sektoral dan lintas suku. Tidak boleh ada sekat kesukuan maupun kepentingan primordial. Dalam semangat persaudaraan, mari menjaga, mengawal, dan mengadvokasi kehidupan umat Kristen serta memberikan kontribusi terbaik bagi persatuan, keutuhan, dan kemajuan Indonesia.
Kiranya setiap langkah pelayanan ini menjadi berkat bagi bangsa dan kemuliaan bagi nama Tuhan.
Pewarta/Deroi
