PWII – CYBER PKRI. *TERNATE* – Dalam upaya menjaga stabilitas keamanan, TNI dan Polri terus melakukan penggalangan senjata api sisa konflik kepada masyarakat di wilayah Maluku Utara. Hasilnya, ratusan pucuk senjata organik, rakitan, hingga amunisi berhasil diserahkan secara sukarela ke aparat.
Hal tersebut disampaikan dalam konferensi pers yang digelar Gubernur Maluku Utara di Markas Komando POLDA Maluku Utara 17/08/2026.
“Ini adalah buah dari pendekatan humanis dan komunikasi teritorial yang terus kami lakukan ke masyarakat. Kami apresiasi kesadaran warga yang mau menyerahkan senjata secara sukarela tanpa paksaan,” ujar Ibu Serly Juanda Gubernur Maluku Utara, dalam keterangannya.
Ratusan Senjata Berhasil Diamankan Berdasarkan data dari Satgas yang bertugas di Maluku Utara, beberapa hasil penggalangan senjata di antaranya:
1. *Yonif 408/Sbh*: 3 pucuk senjata organik, 37 pucuk senjata rakitan, 157 butir peluru, dan 4 butir bahan peledak
2. *Yon Armed 12/Kostrad*: 21 pucuk senjata berbagai jenis dan 3 pucuk senjata pelontar granat
3. *Yonarmed 9/Kostrad*: 5 pucuk senjata api rakitan kaliber 5,56 mm dan 7,62 mm
4. *Yonarhanud 3/Yby*: 27 pucuk senjata rakitan, 41 butir amunisi, dan 4 bahan peledak
5. *Kodim 1508/Tobelo*: 4 pucuk senjata mesin berat kal. 12,7 mm, 1 butir granat, dan 15 butir munisi
Menurut Dansatgas Yonarmed 9/Kostrad, Mayor Arm Andi Achmad Afandi, senjata tersebut awalnya disimpan warga untuk menjaga keluarga jika terjadi kerusuhan seperti tahun 1999-2001.
“Berkat pembinaan teritorial dan kedekatan dengan warga, mereka akhirnya terdorong untuk menyerahkannya secara sukarela. Ini membuktikan masyarakat Maluku Utara mencintai NKRI dan cinta damai,” tegasnya.
Kapolda Imbau Serahkan Segera Di tempat terpisah, Kapolda Maluku Utara Irjen Pol Arif Budiman juga mengimbau masyarakat yang masih menyimpan senjata api agar segera menyerahkan ke kantor polisi terdekat.
Kapolda juga menyampaikan bahwa jalur laut Halmahera Utara – Halmahera Tengah diperketat karena diduga menjadi jalur transit penyelundupan senjata api dari Filipina ke Papua.
“Identitas pelapor akan dirahasiakan. Kami tidak akan melakukan proses hukum jika diserahkan sukarela. Tapi jika ditemukan dalam razia, akan kami tindak tegas sesuai hukum,” kata Kapolda.
Malut Kondusif TNI-Polri menegaskan situasi keamanan di Maluku Utara saat ini kondusif. Aparat mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga kedamaian dan tidak menyimpan senjata ilegal yang dapat membahayakan diri sendiri dan orang lain.
“Dengan tidak adanya senjata ilegal, kita bisa ciptakan rasa aman bagi masyarakat dan fokus membangun Maluku Utara,” pungkas [Nama Pejabat].
Pewarta/Deroi

