
Hari Kartini yang diperingati setiap tanggal 21 April merupakan tonggak sejarah perjuangan perempuan Indonesia. Raden Ajeng Kartini bukan hanya simbol emansipasi, tetapi juga inspirasi bagi generasi penerus untuk terus memperjuangkan kesetaraan, kesehatan, dan budaya bangsa. PKRI CADSENA Makoda Malang, Jawa Timur, turut serta dalam peringatan ini dengan mengadakan kegiatan pada Rabu, 22 April 2026, sehari setelah tanggal resmi peringatan, sebagai bentuk adaptasi teknis tanpa mengurangi makna perayaan.
Kegiatan ini mengusung tema “Pelestarian Tradisi Minum Jamu sebagai Warisan Budaya dan Upaya Kesehatan”, yang relevan dengan semangat Kartini: perempuan sebagai penjaga kesehatan keluarga sekaligus pelestari budaya.
Rangkaian Kegiatan dimulai dari pelaksanaan Penyuluhan Kesehatan
Acara diawali dengan penyuluhan kesehatan yang menekankan pentingnya gaya hidup alami. Jamu dipilih sebagai fokus karena merupakan minuman tradisional yang terbukti memiliki manfaat kesehatan, sekaligus menjadi identitas budaya bangsa. Peserta diberikan penjelasan mengenai:
– Manfaat jamu: meningkatkan daya tahan tubuh, melancarkan pencernaan, menjaga stamina, dan membantu relaksasi.
– Kandungan alami: bahan-bahan jamu aman dikonsumsi tanpa efek samping berbahaya.
– Pelestarian tradisi: minum jamu bukan sekadar kebiasaan, tetapi bagian dari warisan budaya yang perlu dijaga.
Demonstrasi Pembuatan Jamu Pelaksanaan kegiatan diwakili oleh Sekretaris PKRI CADSENA Malang, Maranti, yang memperagakan cara membuat jamu dengan bahan alami.
Bahan-bahan :
– Jahe: menghangatkan tubuh, melancarkan peredaran darah.
– Kencur: baik untuk pencernaan dan meningkatkan energi.
– Sereh (serai): memberikan aroma segar, membantu relaksasi.
– Jeruk nipis: kaya vitamin C, meningkatkan daya tahan tubuh.
– Madu: pemanis alami sekaligus antibakteri.
Peralatan : – Blender, – Panci, – Kompor,
Proses Pembuatan :
1. Persiapan bahan: jahe, kencur, dan sereh dibersihkan lalu dipotong kecil.
2. Penghalusan: bahan dimasukkan ke blender dengan sedikit air hingga halus.
3. Perebusan: hasil blender dituangkan ke panci, ditambah air secukupnya, lalu direbus di atas kompor hingga mendidih.
4. Penyaringan: rebusan disaring untuk memisahkan ampas.
5. Penyajian: ditambahkan perasan jeruk nipis dan madu sesuai selera, kemudian disajikan hangat.
Demonstrasi ini bukan sekadar praktik, tetapi juga simbol bahwa perempuan memiliki peran penting dalam menjaga kesehatan keluarga melalui kearifan lokal.
Makna Filosofis, Kegiatan ini memiliki makna mendalam:
– Pelestarian budaya: jamu adalah warisan leluhur yang mencerminkan identitas bangsa.
– Kesehatan masyarakat: jamu menjadi alternatif minuman sehat alami yang dapat dikonsumsi sehari-hari.
– Semangat Kartini: perempuan sebagai agen perubahan, pelindung keluarga, dan penjaga tradisi.
Dengan mengaitkan kesehatan dan budaya, PKRI CADSENA MAKODA Malang menunjukkan bahwa perjuangan Kartini tidak berhenti pada pendidikan, tetapi juga meluas pada aspek kesejahteraan dan pelestarian nilai-nilai bangsa.
Peringatan Hari Kartini oleh PKRI CADSENA Makoda Malang bukan hanya mengenang jasa Kartini, tetapi juga menghidupkan kembali tradisi sehat minum jamu sebagai bagian dari gaya hidup modern. dengan keterlibatan Sekretaris Maranti, kegiatan ini menjadi simbol sinergi antara kesehatan, budaya, dan perjuangan perempuan Indonesia.
Acara ini menegaskan bahwa semangat Kartini tetap relevan hingga kini: perempuan tidak hanya berperan dalam keluarga, tetapi juga sebagai penjaga budaya dan kesehatan masyarakat.
dibuat juga kuis tanya jawab terkait apa peranan dari masing – masing visi misi dari ibu rumah tangga muda ini ,Dan di berikan cindra mata seperti peralatan rias untuk perempuan ,kesan yang memiliki mana hadiah tersebut dirasa sangat tepat Karena kebetulan penerima hadiah menerima lipstick, Dan kebetulan lipstick yang biasa dipakai sedang habis, moment minum jamu bersama ,photo bersama penuh kegembiraan.
Teriring salam sehat bersahaja perempuan Indonesia.
Report by :Eti kristini ( Komandan PKRI CADSENA Makoda Malang jatim)

