PWI-I, CYBER PKRI. TOBA. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Toba menggelar pelatihan daur ulang sampah di Gedung Serbaguna HKBP Balige, Jumat (11/9/2026).
Kegiatan ini digelar sebagai upaya meningkatkan pemahaman dan keterampilan masyarakat dalam mengelola sampah, sekaligus mendorong penerapan pengelolaan sampah yang lebih baik di lingkungan masing-masing.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Toba, Jonni Lubis, mengatakan pengelolaan sampah merupakan tanggung jawab bersama. Menurutnya, banyak hal yang dapat dilakukan untuk mengurangi jumlah sampah yang dihasilkan setiap hari.
“Sampah itu adalah proses alam yang berada di tengah-tengah kita. Banyak yang bisa kita lakukan untuk mengurangi sampah. Sampah harus dipilah,” ujar Jonni.
Ia menekankan pentingnya membangun kebiasaan memilah sampah sejak dari sumbernya. Sampah yang masih memiliki nilai guna dapat dimanfaatkan kembali atau didaur ulang sehingga tidak seluruhnya berakhir di tempat pembuangan.
“Kita harus mengelola sampah. Kita harus ikut menjaga kelestarian alam, salah satunya dengan tidak membuang sampah sembarangan. Banggalah menjadi orang yang tidak membuang sampah sembarangan,” tegasnya
Pengelolaan sampah yang dilakukan secara konsisten diharapkan dapat mengurangi timbulan sampah sekaligus menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan sehat.
Kegiatan menghadirkan narasumber Yasra Al-Faruza selaku Direktur Bank Sampah Induk New Normal dengan topik materi ‘Hilirisasi pengelolaan sampah.
“Toba ini menghasilkan sampah 100-120 ton per hari. Permasalahan sampah di Indonesia seolah-olah belum pernah terlihat ujungnya,” ungkapnya.
Melalui pelatihan tersebut, 50 peserta yang mengikuti diharapkan dapat memahami pentingnya pengurangan dan pemilahan sampah serta mampu menerapkan praktik daur ulang secara sederhana dalam kehidupan sehari-hari.
“Daur ulang plastik merupakan upaya memanfaatkan kembali plastik yang diaggap sudah tidak memiliki nilai ekonomis, melalui proses fisik maupun kimiawi atau keduanya hingga didapat suatu produk yang dapat dipergunakan dan diperjualbelikan lagi,” terangnya.
Pemanfaatan limbah plastik dapat dilakukan dengan pemakaian kembali (reuse) maupun daur ulang (recycle).
Pewarta/Tua-Yoshnuary.
