PWI-I, CYBER PKRI. JAKARTA. Kepala Staf Kepresidenan, Jenderal TNI (Purn) Dudung Abdurachman, menegaskan bahwa Ulta Levenia Nababan sudah tidak lagi menjabat sebagai Tenaga Ahli Utama di Kantor Staf Presiden (KSP).
Penegasan ini disampaikan Dudung setelah pernyataan Ulta yang memantik kontroversi soal dugaan keterkaitan sejumlah fenomena alam dengan pihak tertentu, termasuk proyek High-frequency Active Auroral Research Program (HAARP).
“Ulta sudah bukan di KSP lagi. Dulu dia di staf KSP sebagai tenaga ahli utama, tetapi sekarang sudah tidak. Dia sekarang salah satu deputi di Bakom,” ujar Dudung di Gedung Bina Graha, Kamis (10/9).
Dudung menegaskan tidak ada indikasi keterlibatan pihak luar dalam rangkaian fenomena alam di Indonesia.
Sebelumnya, Pernyataan Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden KSP Ulta Levenia Nababan tentang kemungkinan adanya faktor lain di balik erupsi enam gunung api memicu perdebatan di ruang publik. Kontroversi bermula saat Ulta mempertanyakan kemungkinan ada faktor lain di balik erupsi sejumlah gunung api yang terjadi berdekatan.
Dalam tulisannya, Ulta bahkan mengakui pandangannya bisa dianggap teori konspirasi. Seperti dikutip, ia menulis, “Walau gak ada bukti ilmiah yang kredibel, tapi otak skeptis pasti berpikir atau setidaknya entertain pemikiran.”
Pernyataan tersebut kemudian dikaitkan dengan HAARP, proyek penelitian ionosfer yang pernah melibatkan sejumlah lembaga di Amerika Serikat. Ulta juga menyinggung kesamaan waktu erupsi beberapa gunung dan menghubungkannya dengan momentum politik.
Di titik ini penting membedakan antara dugaan personal dengan kesimpulan ilmiah maupun kebijakan resmi pemerintah. Tidak tepat jika pandangan yang masih diperdebatkan langsung dianggap mewakili keseluruhan pemerintahan Presiden Prabowo tanpa ada dasar pernyataan resmi.
Menanggapi hal tersebut Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi Kementerian ESDM memastikan erupsi enam gunung api pada 31 Agustus 2026 murni dinamika vulkanik independen.
Enam gunung tersebut meliputi Gunung Ibu, Semeru, Lewotobi Laki-laki, Ili Lewotolok, Anak Krakatau, dan Gunung Sinabung.
Pewarta/Tua
