PKRI INFO – JAKARTA. Ricuh yang terjadi di kota Medan tentang penertiban dan penataan Ternak Babi menjadi bahasan Publik. Hal ini juga menjadi Bahasan Ketua Pendiri MB PKRI CADSENA Totop Troitua ST.
Dalam keterangan berbagai sumber menyebutkan bahwa Kerugian bagi peternak babi di Medan akibat Surat Edaran (SE) Walikota Medan tentang penataan lokasi dan pengelolaan limbah penjualan daging non-halal adalah:
- Peternak babi harus memindahkan lokasi penjualannya ke tempat yang lebih jauh dan tidak strategis, sehingga meningkatkan biaya operasional dan mengurangi akses ke pasar.
- Peternak babi harus memenuhi standar kebersihan dan pengelolaan limbah yang lebih ketat, sehingga memerlukan investasi tambahan untuk memenuhi persyaratan tersebut.
- Penjualan babi hidup atau daging babi mungkin menurun karena keterbatasan lokasi penjualan dan meningkatnya biaya operasional, sehingga mengurangi pendapatan peternak babi.
- Peternak babi mungkin harus menyesuaikan diri dengan peraturan baru dan menghadapi tantangan dalam memasarkan produknya, sehingga memerlukan adaptasi dan inovasi untuk tetap bersaing.
Namun, perlu diingat bahwa SE ini bertujuan untuk menjaga ketertiban umum, kebersihan lingkungan, dan kerukunan antar umat beragama di Kota Medan,
Menurut Totop Troitua hal ini juga bukan dasar atau alasan dari penerbitan SE Walikota Medan sebab tempat penjualan nya adalah pasar dan tempat pemeliharaan nya adalah di kandangnya. sehingga Surat Edaran lebih tepat untuk peternak babi dapat menyesuaikan menjalankan usahanya secara legal dan bertanggung jawab. Sebut Totop Troitua.
Menyikapi akan bahasa antibiotik yang ada Totop Troitua ST menyatakan bahwa lebih tepatnya Antibiotik adalah jenis obat yang digunakan untuk mengobati infeksi bakteri. Dan para konsumen babi rata rata hanya mengkonsumsi tiga kali seminggu dan dengan dosis perporsinya setiap makanan.
Antibiotik bekerja dengan cara membunuh atau menghambat pertumbuhan bakteri, sehingga membantu tubuh untuk melawan infeksi. Antibiotik dapat dibagi menjadi beberapa jenis, seperti:
- Antibiotik beta-laktam (contoh: Penisilin, Amoksisilin)
- Antibiotik aminoglikosida (contoh: Gentamisin, Tobramisin)
- Antibiotik makrolida (contoh: Eritromisin, Azitromisin)
- Antibiotik fluorokuinolon (contoh: Siprofloksasin, Levofloksasin)
Antibiotik dapat digunakan untuk mengobati berbagai jenis infeksi, seperti:
- Infeksi saluran pernapasan (contoh: pneumonia, bronkitis)
- Infeksi saluran pencernaan (contoh: diare, infeksi lambung)
- Infeksi kulit dan jaringan lunak (contoh: luka, abses)
- Infeksi darah (contoh: sepsis)
Namun, perlu diingat bahwa antibiotik hanya efektif melawan infeksi bakteri, tidak efektif melawan infeksi virus (contoh: flu, COVID-19).
Maka berdasarkan uraian diatas Totop Troitua ST menyatakan sudah sebaiknya Walikota Medan Sedikit Menjaga Dan mengedepankan kesenjangan sosial juga menjaga kerukunan antar umat beragama sebab babi adalah makanan yang sudah ada sejak dulu kala hingga saat ini dan bukan haram jika tidak dimuntahkan.
Pewarta/Joice Siahaan.

