PWI-I, CYBER PKRI. TOBA. Profil Singkat Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Toba. Kegiatan & Program Terkini 2025-2026 Penyaluran Bantuan Pangan*
Pada periode Februari – Maret 2026 Dinas Ketapang Toba bersama BULOG menyalurkan bantuan pangan berupa *beras dan minyak goreng kepada 23.602 penerima manfaat di Kabupaten Toba.
Jumlah ini naik dari periode Okt-Nov 2025 yang hanya 15.155 penerima.
Kualitas beras sudah dicek dan dinyatakan baik, putih, utuh, tidak berbau.
Dukungan Swasembada Pangan dengan Alokasi Dana Desa 20% untuk Program Ketahanan Pangan dikelola BUMDes/BUMDesma. Contoh: BUMDesma di Kecamatan Silaen
Program “Tanam Dua Kali Panen Dua Kali” dicanangkan Bupati Toba dengan menyalurkan Bantuan benih sayuran ke desa rawan pangan & PKK: kangkung, cabai, bayam, sawi, terong.
Bidang Perikanan merelokasi Restocking Ikan Danau Toba 9 Juli 2024 60.000 ekor Ikan Mas, 60.000 ekor Ikan Nila, 20.000 ekor Ikan Jurung di 3 titik: Lumban Binanga, Lumban Gaol, Napitupulu Bagasan
Konversi BBM ke BBG untuk Nelayan 5 Feb 2025, 63 paket disalurkan ke nelayan di Balige, Laguboti, Sigumpar, Uluan, Ajibata untuk menekan biaya dan emisi
Program Lainnya *Survei Konsumsi Pangan 2024*: 47 enumerator dari TPG Puskesmas se-Toba untuk menghitung Skor PPH Kabupaten *Bantuan Alsintan*: Rice Milling Unit, Dryer, Combine Harvester, Traktor *Pengembangan komoditi unggulan*: Jagung, Padi, Cabai Merah, Bawang Merah, Jeruk.
Fokus 2026. Berdasarkan Keputusan Kepala Dinas 2026, fokus pada *penetapan Indikator Kinerja Utama periode 2026-2029* untuk mendukung Asta Cita Presiden: *Swasembada Pangan.
Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Toba akan menyediakan komoditi pertanian dalam Gerakan Pangan Murah yang akan digelar setelah P-APBD Tahun 2026 ditetapkan. Hal ini disampaikan oleh Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan, Porman Nainggolan pada Rabu (9/9/2026).
“Berdasarkan Surat Edaran Gubernur agar Kabupaten/Kota menggelar Gerakan Pangan Murah, maka Kabupaten Toba juga turut melaksanakan,” kata Porman.
Beberapa komoditi yang akan disediakan adalah bawang merah, cabai merah, tomat dan beberapa hasil pertanian lainnya. “Gerakan Pangan Murah ini tidak ada profit. Kita beli langsung dari petani dan kita jual dengan harga yang sama. Jadi misalnya kita beli dari petani dengan harga Rp 20 ribu, maka kita jual dengan harga Rp 20 ribu,” kata Porman Nainggolan menegaskan.
Terkait tujuan, Porman Nainggolan menyebut bahwa Gerakan Pangan Murah bertujuan untuk menekan inflasi agar harga tetap stabil, menjamin ketersediaan bahan pokok dan meningkatkan daya beli masyarakat.
Pewarta/Yoshnuari
